Shahrzad-MirgholikhanTeheran, LiputanIslam.com – Dalam episode ke-5  film dokumenternya bersama Press TV yang berjudul “Memories of a Witness : Inside US Federal Prisons (Kenangan seorang saksi : Dalam Penjara Federal AS)”, Mir-Qolikhan, 36 tahun mengatakan bahwa ia mengalami berbagai kondisi mengerikan selama 5 tahun (2007-2012) berada di penjara federal Amerika.

Salah satu pengakuannya adalah, kondisi kebersihan di pusat detensi dimana ia ditahan  sangat menjijikkan. Selama 18 bulan berada di Pusat Detensi Federal Miami (FDC), yang merupakan salah satu penjara federal AS, ia berbagi sebuah sel kotor bersama banyak tahanan lain.

Mir-Qolikhan mengaku ia masih ingat jelas, sel kotor  penuh genangan air toilet dimana ia harus tidur, para tahanan hanya boleh membersihkan sel tersebut satu atau dua kali setahun, saat pejabat inspeksi hendak meninjau tahanan.

Menurut Mir-Qolikhan, masa-masa paling berharga dalam hidupnya habis sia-sia di penjara Amerika, padahal putri kembarnya yang  saat itu berusia 10 tahun benar-benar membutuhkan ibunya.

Mir-Qolikhan ditahan di AS atas tuduhan berusaha menyelundupkan kacamata night visison (biasa digunakan dalam militer) ke Iran. Mantan suaminya Mahmoud Seif, dituduh berusaha menyelundupkan kacamata dari Austria ke Iran. Dari awal Mir-Qolikhan telah menjelaskan bahwa ia menemani Seif ke Austria karena ia adalah penterjemah suaminya.

Menurut Mir-Qolikhan, ia ditahan di Ibukota Austria, Vienna atas permintaan pemerintah AS, sebelum kemudian ditahan di pusat detensi Austria selama 28 hari dan kemudian dibebaskan karena pemerintah AS tidak berhasil membuktikan tuduhan mereka.

Kemudian ia ditawari “suaka politik”di Amerika, disana ia dijatuhi  hukuman 5 tahun penjara oleh pengadilan federal Florida tanpa kehadiran suaminya.(lb/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*