mirzakhaniSeoul, LiputanIslam.com — Seorang wanita Iran yang bekerja di AS berhasil meraih salah satu penghargaan tertinggi di bidang sains, yaitu Fields Medal. Yang lebih mengagumkan adalah ia wanita pertama yang berhasil meraih penghargaan itu.

Sebagaimana dilaporkan BBC News hari ini (13/8), Prof Maryam Mirzakhani mendapat penghargaan atas karyanya di bidang ilmu “geometri kompleks”, yang merupakan bagian dari ilmu matematika.

Selain Mirzakhani, ilmuan lainnya yang meraih pengharaan serupa adalah Prof Martin Hairer dari  University of Warwick, Inggris, dengan karyanya dalam teori “random” yang berguna dalam pembuatan model cuaca.

Sebanyak 4 medali diberikan dalam Kongres Internasional Ahli Mathematika yang digelar di Seoul. Kongres tersebut digelar setiap 4 tahun sekali.

Diberikan olah satu komite yang dibentuk oleh organisasi ahli matematika dunia, International Mathematical Union (IMU), Fields Medal dianggap sebagai penghargaan Nobel di bidang ilmu matematika.

Penghargaan ini diadakan atas ide dari ahli matematika asal Kanada, John Fields, dengan nilai penghargaan sebesar 15.000 dollar Kanada (£8.000).

Penghargaan pertama diberikan pada tahun 1936 dan sejak tahun 1950 setiap 4 tahun sekali penghargaan diberikan kepada 2 sampai 4 ahli matematika.

Salah satu syarat pemenang penghargaan ini adalah usia di bawah 40 tahun, karena John Fields menginginkan pemenangnya termotivasi untuk meraih prestasi yang jauh lebih tinggi.

Dua ahli matematika lainnya yang berhasil meraih penghargaan adalah Dr. Artur Avila dari Brazil dan Prof Manjul Bhargava dari Princeton University, AS.

Prof Mirzakhani yang mengajar di Stanford University di California, AS, berhasil meraih rekor sebagai wanita pertama yang berhasil meraih penghargaan itu. Sebelumnya pada tahun 2013 ia memperoleh penghargaan Satter Prize bidang mathematika yang diberikan oleh American Mathematical Society.

Prof Dame Frances Kirwan, anggota tim penyeleksi peraih penghargaan dari University of Oxford, menyebutkan bahwa wanita telah memberikan kontribusi besar di bidang matematika selama beberapa abad.

Ia mencontohkan bahwa sekitar 40% sarjana matematika di Inggris adalah wanita, namun proporsinya menurun pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi seperti Ph.D.

“Saya harap penghargaan ini akan menginspirasi lebih banyak wanita di negeri ini dan di seluruh dunia untuk percaya dengan kemampuan mereka dan meraih penghargaan  dan Fields Medal di masa depan,” kata Prof Kirwan.

Prof Sir John Ball, ahli matematika dan mantan Presiden IMU lainnya, setuju bahwa kemenangan Prof Mirzakhani merupakan sesuatu yang “penting dan fantastis”. Ia juga memuji Mirzakhani sebagai seorang ahli matematika wanita yang brilian.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL