Mayang-Prasetyo1-640x336Melbourne, LiputanIslam.com — Mayang Prasetyo, wanita Indonesia yang tewas dimutilasi oleh suaminya sendiri warga Australia Marcus Peter Volke di kota Brisbane, akhir pekan lalu, ternyata adalah seorang transgender, atau laki-laki yang berubah jenis kelaminnya menjadi perempuan.

Bagian-bagian tubuh Mayang yang terpotong-potong ditemukan bertebaran di apartemennya saat polisi tiba di tempat itu, Sabtu (4/10) malam. Sebagian bahkan telah dimasak oleh suaminya yang adalah seorang koki.

Marcus Peter Volke, sendiri bunuh diri dengan menggorok lehernya setelah mengetahui polisi datang ke apartemen tersebut setelah mendapat laporan tetangga-tetangga adanya bau menyengat dari apartemen tersebut. Demikian laporan dailymail.co.uk, Senin (6/10).

Mayang Prasetyo diketahui pernah mengiklankan dirinya sebagai seorang transgender yang menjadi “pengawal” kalangan atas. Media-media lokal menyebutkan.

Menurut keterangan orang tua Marcus, putranya yang berusia 28 tahun baru pindah ke Brisbane dengan pacarnya setelah keduanya bekerja di kapal pesiar internasional.

Ironisnya adalah Marcus dikenal sebagai pembela hak-hak wanita di 2 akun Facebook miliknya. Kurang dari sebulan sebelum pembunuhan, Markus memposting cerita tentang seorang laki-laki yang dikeroyok gerombolan berandalan karena membela wanita disertai puji-pujian kepada laki-laki itu. Ia juga memposting status mengecam aksi pembunuhan disertai perkosaan terhadap 2 gadis kecil India pada bulan Juni lalu.

Ibunda Mayang Prasetyo, Nining Sukarni, sebagaimana dilaporkan dailymail, mengungkapkan keterkejutannya atas kematian anak tertuanya yang bernama asli Febri itu. Ia menyebut Markus sebagai orang yang sopan setelah pasangan itu mengunjunginya di Indonesia tahun lalu.

Nining menyebutkan, sebelumnya Mayang telah menyebutkan niatnya untuk pindah ke Bali, setelah merasa bosan tinggal di Brisbane.

“Febri tidak merasa nyaman tinggal di Brisbane, dan mulai bertengkar sekitar sebulan yang lalu. Saya katakan kepadanya untuk tetap berbaikan dan tidak berkelahi,” kata Nining seraya menyebutkan bahwa selama ini Mayang yang berusia 27 tahun itu selalu mengirim uang untuk biaya sekolah 2 adiknya yang berumur 18 dan 15 tahun.

Seorang teman Mayang menyebutkan, pasangan itu menikah pada bulan November atau awal Desember tahun lalu. Mayang dikenal menyukai travelling dan terobsesi dengan dunia modeling.

Daily Mail menyebut, Mayang bertemu Markus pertama kalinya tahun 2009 di Surabaya saat keduanya belajar bersama di Goethe Institute. Namun laporan lain menyebutkan keduanya bertemu di sebuah kapal pesiar saat Markus bekerja sebagai koki.

Meski beberapa temannya menyebut Markus sebagai pribadi yang agak misterius, namun polisi tidak menemukan catatan kriminal pada dirinya.

Polisi tengah melakukan penyelidikan untuk menguak misteri pembunuhan tragis ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL