bunuh macanSrinagar Garhwal, LiputanIslam.com — Di tengah-tengah gencarnya berita tentang perkosaan dan perlakukan tidak adil terhadap wanita India, beberapa wanita India telah menunjukkan bahwa mereka adalah manusia-manusia yang tangguh.

Baru sebulan yang lalu seorang wanita menjadi berita internasional karena keberaniannya menyeberangi sungai selebar 1 km dengan berenang dalam keadaan hamil tua untuk mendapatkan bantuan persalinannya. Seorang wanita lainnya kini kembali menjadi berita internasioal karena keberaniannya berkelahi melawan seekor macan tutul.

Kamla Devi (56 tahun) menderita luka-luka serius di sekujur tubuhnya akibat serangan seekor macan tutul (leopard) saat ia mencari air di negara bagian Uttarakhand, hari Minggu (24/8). Demikian laporan BBC News, Selasa (26/8).

“Saya berfikir saya akan mati, namun saya tidak kehilangan kesabaran dan keberanian,” katanya kepada wartawan yang menemuinya di rumah sakit Srinagar Garhwal.

Merasa nyawanya terancam, Devi pun melawan dengan senjata yang dibawanya, sabit dan linggis.

“Saya bergulat sengit dengannya selama sekitar setengah jam sebelum akhirnya saya mendapatinya tewas,” tambah Devi menerangkan.

Saat diserang Devi sedang membawa air dari sebuah kanal ke ladang miliknya di distrik (setingkat kecamatan) Rudraprayag. Devi menyebut berhasil merontokkan gigi macan tutul tersebut dalam pergulatannya.

Para dokter yang merawatnya sangat terkejut bahwa Devi berhasil selamat dari serangan itu, meski mengalami sejumlah luka serius di seluruh tubuhnya, termasuk di kepalanya.

“Ada bekas gigitan di seluruh tubuhnya,” kata Dr Abdul Rahul yang merawatnya.

Pankaj Bist, salah seorang warga yang membantu membawa Devi ke rumah sakit mengatakan: “Kejadiannya sekitar pukul 10 pagi ketika ia pergi ke ladang. Seekor macan tutup menerkamnya.”

“Ia sangat berani, melawan macan tutul itu dengan sabitnya,” katanya.

Belum lama berselang, seekor macan tutul diketahui telah membunuh seorang wanita di tempat lain di negara bagian Uttarakhand, serta melukai seorang warga lain di distrik Rudraprayag.

Penduduk desa menyebutkan bahwa macan-macan tutul lebih sering terlihat di sekitar pemukiman mereka saat ini.

Rudraprayag telah lama dikenal dengan keganasan macan-macan tutulnya, dan semakin terkenal setelah seorang pemburu Inggris, Jim Corbett, datang ke wilayah ini pada tahun 1920-an dan menuliskan pengalamannya berburu dalam buku berjudul “Man Eater of Rudraprayag”.

Dalam bukunya itu Corbett mengisahkan pengalamannya memburu seekor macan tutul jantan yang disebut-sebut telah membunuh 125 warga dan menghantui warga selama bertahun-tahun. Ia berhasil menembak mati binatang itu pada tahun 1925.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL