us secret serviceWashington DC, LiputanIslam.com — Seorang wanita yang membawa senjata pistol kaliber 9 mm ditangkap aparat keamanan khusus penjaga Gedung Putih (Secret Service), Jumat (21/11).

Jubir Secret Service Robert Hoback mengatakan kepada CBS News bahwa aparat keamanan menahan wanita itu setelah mengetahuinya membawa senjata laras pendek (pistol) kaliber 9 mm di pagar utara Gedung Putih di Pennsylvania Avenue. Demikian BBC News melaporkan, Jumat kemarin.

Robert Hoback menyebutkan bahwa ia kini tengah menjalani interogasi, namun disebut-sebut tidak bersikap kooperatif.

April Lenhart (23 tahun) yang berasal dari Mount Morris, Michigan, ditangkap tidak lama setelah Presiden Obama berpidato tentang rencana kebijakan imigrasi baru yang memberikan amnesti bagi 5 juta imigran ilegal yang ditahan aparat keimigrasian.

Kebijakan yang mengabaikan Legislatif itu disambut gembira para aktifis HAM dan para pembela kebijakan imigrasi yang lebih terbuka. Namun para legislator, terutama dari kubu oposisi Partai Republik menentang keras rencana itu.

Obama tengah berada di Gedung Putih saat penangkapan itu. Ia berada di East Room berpidato tentang rencana kebijakan imigrasi tersebut 15 menit sebelumnya.

Ini adalah insiden terbaru dari rangkaian insiden serupa yang terjadi di kawasan Gedung Putih, kawasan yang dianggap memiliki tingkat keamanan tertinggi di dunia.

Sehari sebelumnya, seorang laki-laki berumur 41 tahun mendatangi petugas dan mengatakan telah mendapat undangan pribadi dari presiden. Petugas keamanan yang curiga mengikutinya ke mobilnya dan menemukan senjata dan amunisi. Ia pun ditangkap atas tuduhan kepemilikan senjata ilegal dan membawa senjata di daerah terlarang (ibukota).

Pada bulan September lalu, seorang laki-laki asal  Texas melompati pagar dengan membawa sebilah pisau, memaksa petugas mengevakuasi sebagian karyawan, staff dan tamu Gedung Putih.

Menyusul insiden ini dan insiden-insiden lainnya, Direktur Secret Service Julia Pierson pun memerintahkan peningkatan patroli dan pengamatan di sekitar Gedung Putih. Tidak lama kemudian Pierson pun mengundurkan diri.

Pejabat Pelaksana Direktur Secret Service Joseph Clancy mengatakan kepada tim panel Congress minggu ini, bahwa penyusupan-penyusupan yang terjadi berkali-kali beberapa waktu terakhir telah berpengaruh buruk terhadap moral para petugas Secret Service dan sekaligus terhadap keamanan Gedung Putih.

“Keduanya dengan konsekuensi yang serius,” katanya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL