Sally_JonesLondon, LiputanIslam.com — Seorang wanita bekas musisi rock Inggris mengklaim telah bergabung dengan kelompok teroris ISIS. Ia pun mengeluarkan ancaman untuk “menyembelih orang-orang Kristen”. Demikian laporan Russia Today, Selasa (2/9).

Menyebut dirinya sebagai Ummu Hussain al-Britani, aparat keamanan Inggris mengidentifikasi wanita itu sebagai Sally Jones, warga Chatham, Kent. Ia diketahui sebagai seorang mantan musisi rock yang telah memiliki 2 anak.

“Kau orang-orang Kristen, harus disembelih dengan pisau tumpul dan (kepalanya) ditancapkan di pagar di Raqqa … Datanglah kemari, aku akan melakukannya untukmu!” tulisnya di akun Twitter yang kini telah dihapus.

Jones (45 tahun) diketahui telah menikah dengan ahli komputer yang bergabung dengan kelompok ISIS, Junaid Hussain yang usianya 15 tahun lebih muda. Mereka berkenalan melalui jejaring sosial. Keduanya dipercaya telah berada di Suriah bersama kelompok ISIS.

Pada tanggal 10 Agustus, Ummu Hussain menulis kicauan bahwa dirinya bersama suaminya berada di wilayah Khalifah Islam, setelah terjebak di Idlib, selama 7 bulan.

 

Ulama Inggris Keluarkan Fatwa Haram untuk ISIS

Terkait ISIS, beberapa ulama Inggris baru-baru ini mengeluarkan fatwa bersama mengutuk kelompok ISIS dan mencap mereka sebagai “pengkhianat masyarakat”.

Dalam fatwa tersebut disebutkan bahwa ISIS adalah “kelompok sesat dan tiran penindas”. Ini adalah bentuk penolakan paling keras yang pernah dikeluarkan para ulama Inggris terhadap ISIS.

Penandatangan fatwa adalah Sheik Usama Hasan, seorang Imam dari London timur yang didukung oleh 6 ulama senior Inggris lainnya. Demikian laporan BBC News, Senin (1/9).

Fatwa tersebut menambahkan bahwa “meski umat muslim berkewajiban membantu rakyat Suriah dan Irak, namun tidak boleh mengkhianati masyarakatnya sendiri (Inggris)”.

“Jadi secara Islam mendukung atau bergabung dengan ISIS adalah dilarang,” demikian bunyi fatwa tersebut sebagaimana dikutip Sunday Times.

Dilarang Pulang

Sementara itu Perdana Menteri Inggris David Cameron disebut-sebut tengah mempertimbangkan untuk membuat larangan pulang bagi para “mujahidin” kelahiran Inggris yang kini berperang di Timur Tengah. Rencana tersebut akan segera didiskusikannya dengan parlemen.

Cameron kemungkinan juga akan mengeluarkan peraturan yang memudahkan otoritas keamanan untuk menyita passport milik terduga teroris untuk mempersulit pergerakan mereka.

“Pemerintah tengah mempertimbangkan sejumlah langkah untuk menjaga negeri ini aman dari ancaman yang meningkat dari kelompok-kelompok ekstremis Islam,” demikian pernyataan seorang pejabat kepada BBC.

“Kami juga mempertimbangkan untuk mencegah warga Inggris untuk kembali jika mereka dicurigai terlibat kegiatan terorisme di luar negeri,” tambahnya.

Namun politisi Sir Menzies Campbell, mantan ketua partei Liberal Democrats, mengatakan rencana itu bertentangan dengan hukum internasional setiap larangan yang dikeluarkan pemerintah akan mendapatkan gugatan ke pengadilan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL