London, LiputanIslam.com—Walikota London, Sadiq Khan, membandingkan retorika anti-Islam Presiden AS Donald Trump dengan taktik yang dilakukan ISIS yang berhasil menginspirasi serangan teror di kota-kota Barat.

Dalam wawancara dengan Intercept, walikota Muslim pertama di  London itu mengatakan, teroris ISIS mencoba “meningkatkan serangan anti-Islam; mereka ingin ada respon negatif terhadap orang Muslim moderat dan orang Barat.”

Di saat yang sama, Khan menilai cara berbahasa Donald Trump “sangat mirip dengan retorika yang digunakan oleh ISIS/Daesh”, di mana presiden ke-45 AS itu ingin kaum Muslim didiskriminasi, salah satunya dengan cara mengeluarkan kebijakan larangan perjalanan bagi sejumlah negara Muslim.

Komentar ini merujuk kepada tindakan Trump me ‘re-tweet’ serangkaian tulisan anti-Islam yang diunggah oleh wakil pemimpin kelompok sayap kanan Britain First, Jayda Fransen. Fransen sendiri telah dituduh melakukan pidato kebencian.

“Salah satu alasan saya berbicara melawan retweet itu adalah karena dia [Trump]  menyebarkan pesan perpecahan dan kebencian, dan dia harus dikecam untuk itu,” kata Khan.

Menyusul rencana kunjungan negara Trump ke Inggris, Khan menyampaikan kekhawatirannya bahwa kunjungan itu seharusnya ditolak karena “ada terlalu banyak hal yang ia percayai yang tidak kami setujui.”

Perang kata antara Trump dan Khan di mulai sejak pemilu presiden AS ketika Khan pertama kali mengecam proposal larangan perjalanan bagi Muslim yang disampaikan Trump di kampanyenya. Ketika Trump akhirnya menjadi presiden dan benar-benar mengeluarkan larangan itu (bagi 7 negara bermayoritas Muslim), Khan menyebut kebijakan tersebut “jahat dan memalukan.”

Baru-baru ini, rencana kunjungan Trump dalam acara pembukaan kedubes AS baru di London telah dibatalkan karena kekhawatiran atas protes besar-besaran dari rakyat Inggris. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL