John KerryWashington, LiputanIslam.com — Krisis Ukraina kini telah memasuki perkembangan yang sangat mengkhawatirkan dengan Menlu Amerika John Kerry yang mulai menyebut istilah “perang dunia”, terkait masalah ini.

Dalam pidato di Kantor Deplu Amerika, hari Selasa (18/3), Kerry menyebut perkembangan di Ukraina saat ini mirip dengan kondisi yang mengantar terjadinya Perang Dunia II.

“Semangan nasionalisme yang menyala-nyala yang bisa menimbulkan kondisi yang sangat-sangat berbahaya. Apa yang harus kita lakukan adalah kembali mempelajari sejarah sebelum terjadinya perang dunia II,” kata Kerry.

Kerry selanjutnya menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin telah melakukan pelanggaran hukum internasional dengan menganeksasi Krimea, menyebut langkah tersebut sebagai “menimbulkan biaya”.

Sebagaimana diketahui, Selasa kemarin (18/3), atau 2 hari setelah referendum yang diadakan di Krimea yang dimenangkan oleh suara yang menginginkan penggabungan dengan Rusia, Presiden Putin mengeluarkan dekrit yang mengakui penggabungan Krimea ke dalam Rusia.

Hari Selasa kemarin, Wapres Amerika Joe Biden juga mengeluarkan kecaman atas penggabungan tersebut, menyebutnya sebagai “perebutan wilayah oleh Rusia” dan “pelanggaran nyata hukum internasional oleh Rusia”.

Di sisi lain, pernyataan tidak kalah keras dikemukakan oleh perdana menteri Ukraina dukungan barat, Arseniy Yatsenjuk, dalam rapat kabinet yang dilakukan di Kiev, hari Selasa (18/3). Ia menyebut perkembangan krisis Ukraina-Krimea telah memasuki “aksi militer”.

“Konflik telah berpindah dari aksi politik menjadi aksi militer,” kata Yatsenjuk.

Pernyataan tersebut diberikan terkait dengan insiden tewasnya seorang prajurit Ukraina di Krimea pada hari yang sama. Media-media Rusia menyebut insiden tersebut terjadi setelah 2 orang penembak jitu melakukan penembakan terhadap 2 orang, seorang prajurit Ukraina yang berbasis di Krimea, dan seorang anggota milisi Krimea. Kedua-duanya meninggal dunia. Seorang penembak jitu berhasil ditangkap, namun seorang masih dalam pengejaran apatar keamanan Krimea.

Perjanjian Pengabungan Krimea-Rusia Ditandatangani
Sementara itu pada hari Selasa kemarin juga menjadi hari bersejarah bagi Krimea, kota Sevastopol, dan Rusia. Hari itu perjanjian penggabungan Krimea, Sevastopol dengan Rusia diratifikasi oleh Parlemen Rusia.

“Karena adopsi Republik Federasi Rusia atas Krimea sebagai bagian dari Federasi Rusia, 2 entitas baru (Republik Krimea dan Kota Sevastopol) telah terbentuk,” demikian bunyi teks perjanjian tersebut.

Penandatangan perjanjian tersebut adalah Perdana Menteri Sergey Aksenov, Walikota Sevastopol Aleksey Chaly, dan Vladimir Putin.(ca/press tv/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*