Anies_Baswedan

Anies Baswedan

Jakarta, LiputanIslam.com—Wacana pembentukan Direktorat Kayahbundaan yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, dinilai langkah yang baik. Hal ini disampaikan oleh Pengamat Pendidikan Profesor Arief Rachman.

“Saya kira ini positif. Masalah pendidikan perlu diawali orang tua,” kata Pengamat Pendidikan Profesor Arief Rachman, seperti dilansir metrotvnews.com, Kamis, 22 Januari 2015.

Menurut dia, kondisi orang tua saat ini kurang memahami imbas perkembangan zaman kepada anak. Mereka dinilai kurang cakap menghadapai tantangan zaman khususnya soal komunikasi dengan anak. Untuk itu, kementerian pimpinan Anies Baswedan bisa melakukan suatu intervensi. Direktorat Keayahbundaan diharapkan bisa membuat berbagai peraturan yang bisa meningkatkan peran serta orang tua secara nyata di dunia pendidikan.

“Pembentukan direktorat ini perlu konsep teoritis yang kuat. Visi misinya harus jelas dan dilengkapi dengan cetak biru serta program kerja yang tepat sasaran. Nanti dilihat apa ada uangnya apa tidak. Lalu cari pelaku untuk melaksanakan ini,” jelas Arief.

Gagasan ini mencuat saat Anies mendapati bahwa pendidikan kepada orang tua tidak tersentuh di kementriannya. Sehingga, direktrorat baru yang bawah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal ini akan fokus pada perubahan cara pendekatan orang tua dalam mendidik anak.

“Pendidik terpenting, tapi justru yang paling tak tersiapkan adalah orangtua. Pendidikan sebagai orangtua ini tidak tersentuh. Padahal pengajaran soal prinsip-prinsip yang mendasar itu di rumah,” kata Anies yang dikutip dari Instagramnya, Selasa 20 Januari 2015.

“Selain di rumah, dalam pendidikan (ada di saat) anak usia dini dan taman kanak-kanak. Ada buku yang sangat terkenal “All I Really Need to Know I Learned in Kindergarten”. Segala hal yang perlu Anda tahu mengenai hidup ini Anda pelajari saat TK. Dilarang mengambil milik orang lain, menghormati orang yang lebih tau, nilai-nilai seperti itu kan diajarkan di usia dini,” papar Anies.

Ia menambahkan, Kemendikbud beroperasi mengikuti era 2014, bukan lagi seperti di tahun 1990-an yang semua urusan pendidikan ada di Kementerian. Sekaran ini banyak hal sudah dipindahkan ke daerah. Kemendikbud adalah pembuat kebijakan, memantau implementasi, kualitas dan penjamim mutu guru.

Direktorat Keayahbundaan akan bertugas untuk menyiapkan orangtua di seluruh Indonesia agar bisa berperan penuh bagi anak-anaknya. Pendidikan ke orangtua tersebut bukan dalam bentuk sekolah orangtua, tetapi berupa rujukan untuk mendidik anak dengan metode-metode tertentu.

Orangtua bisa proaktif memberikan hal-hal positif dan perhatian kepada anak mulai dari perkembangan belajar hingga urusan personal. Sehingga daya pikir anak bisa bertambah baik dan bisa maksimal dalam memahami pelajaran. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*