Ebola_pictureConakry, LiputanIslam.com — Lama tak terdengar kabarnya, Ebola, virus penyakit yang sangat menular dan mematikan, kembali merebak di Afrika. Kementerian Kesehatan Guyana melaporkan sedikitnya 59 warga negara itu tewas. Virus tersebut dikhawatirkan telah menyebar ke negara tetangga Guyana dan Sierra Leone.

Penyakit mematikan ini ditemukan di tiga kota di wilayah tenggara dan Ibu Kota Guyana, Conakry, pada 9 Februari lalu. “Ini jelas demam Ebola. Laboratorium di Lyon, Prancis, memastikan informasi ini,” kata Damantang Albert Camara, juru bicara pemerintah Guyana, seperti dilansir Reuters, Sabtu lalu (22/3).

Dr Sakoba Keita, Kepala Pencegahan Penyakit Menular dan Epidemi di Kementerian Kesehatan Guyana mengatakan tercatat 80 pasien diduga terjangkiti Ebola, termasuk 59 orang yang tewas. “Tidak semua kasus terkait dengan Ebola. Beberapa terkena disentri akut,” kata dia.

Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan gejala penyakit serupa, seperti demam, diare, muntah, dan perdarahan juga terjadi di Sierra Leone, yang berbatasan dengan Guyana.

Kepala Medis Sierra Leone, dr Brima Kargbo, mengatakan otoritas setempat saat ini tengah menyelidiki kasus anak laki-laki berusia 14 tahun yang tewas di Kota Buedo, Distrik Kailahun. Anak itu jatuh sakit setelah menghadiri pemakaman seorang kerabatnya di Guyana.

Tim medis sudah dikirim untuk menguji orang-orang yang berhubungan dengan anak itu sebelum meninggal. Kelompok aktivis dokter, Medecins Sans Frontieres, telah mengutus tim yang terdiri atas 24 dokter dan perawat yang membawa 33 ton obat-obatan serta peralatan untuk mendirikan klinik kesehatan di tiga kota yang diduga terjangkiti virus Ebola di Guyana.

“Ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang sangat menular,” kata dr Esther Sterk, penasihat kesehatan tropis dari Medecins Sans Frontieres.

Menurut WHO, Ebola merupakan salah satu penyakit paling mematikan yang disebabkan oleh virus. Belum ada vaksin dan pengobatan yang bisa mengatasi penyakit ini. Virus Ebola pertama kali ditemukan di Sudan dan Kongo pada 1976. Virus tersebut diduga menular ke manusia dari hewan, seperti simpanse, gorila, monyet, antilop hutan, dan kelelawar buah.

Virus ini sangat mudah menular lewat kontak langsung dan cairan tubuh penderita. Ebola kerap ditemukan di Kongo, Uganda, Sudan Selatan, dan Gabon.(ca/republika.co.id/REUTERS)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL