virus ebolaChonakry, LiputanIslam.com — Guinea mengumumkan telah menutup perbatasannya dengan negara tetangga Liberia dan Sierra Leone untuk mencegah penyebaran virus ebola yang sampai saat ini telah menewaskan 959 orang di ketiga negara Afrika barat itu. Demikian laporan BBC News, Minggu (10/8).

Langkah ini menyusul pengumuman organisasi kesehatan dunia WHO Jumat (8/8) lalu yang menetapkan kondisi darurat internasional atas penyebaran virus ebola.

Guinea adalah negara pertama yang dilanda wabah virus ini pada bulan Februari lalu. Namun dengan cepat Liberia, Sierra Leone dan kini bahkan Nigeria, tertular wabah ini.

Virus ebola merupakan salah satu virus yang paling mematikan dengan tingkat kematian mencapai 90% pada manusia yang tertular virus ini. Virus ini menyebar melalui cairan tubuh manusia, namun tidak menular melalui udara. Beberapa binatang liar seperti kelelawar diduga kuat menjadi induk semang penyebaran virus yang menular ke manusia melalui konsumsi dagingnya.

Laporan terakhir mencatat pada tanggal 5 dan 6 Agustus lalu sebanyak 68 kasus baru penularan virus dan 29 kematian. Di Nigeria yang menjadi ngara terakhir tertular virus ini, 2 orang dinyatakan meninggal dari beberapa kasus penderita virus yang tercatat.

Dalam beberapa hari terakhir beberapa negara telah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk tidak pergi ke negara-negara yang tertular.

“Kami telah menutup perbatasan kami untuk sementara dengan Sierra Leone berdasarkan semua informasi yang kami terima akhir-akhir ini,” kata Menkes Guinea Remy Lamah dalam konperensi pers, Sabtu (9/8).

Ia nemambahkan, perbatasan dengan Liberia juga telah ditutup.

Ketiga negara Guinea, Sierra Leone dan Liberia telah menyatakan negara dalam kondisi darurat akibat wabah virus ebola. Wilayah paling intensif yang terkena wabah adalah sekitar perbatasan ketiga negara dimana perpindahan manusia relatif lebih intensif.

WHO telah mengumumkan bahwa wilayah itu akan diisolasi dan diperlakukan sebagai satu kesatuan wilayah. Namun tidak ada penjelasan apakah langkah pemerintah Guinea tersebut terkait dengan rencana WHO.

Virus ebola pertama kali ditemukan di pedalaman Kongo pada tahun 1976. Penyebaran virus ini di Guinea bulan Februari lalu mengundang pertanyaan para ahli, karena letaknya yang jauh dari sumber awal virus di pedalaman Afrika. Keanehan lainnya virus ini juga menyebar di wilayah padat penduduk.

Sampai saat ini belum ada obat yang dinyatakan ampuh untuk menyembuhkan penyakit akibat virus ini. Namun kabar terakhir menyebutkan ditemukannya obat baru yang telah diuji-cobakan pada 2 pengidap virus asal AS dan menunjukkan tanda-tanda positif.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL