wabah pesAntananarivo, LiputanIslam.com — Sebuah wabah pes melanda negara Afrika Madagascar, menewaskan 40 orang dan memaksa 80 orang lainnya harus menjalani perawatan medis. Badan kesehatan dunia WHO menyebutkan.

WHO memperingatkan kemungkinan wabah menjadi tidak terkendali, terutama di ibukota Antananarivo, dan situasi semakin sulit karena adanya kekebalan di antara kutu penyebar bakteri terhadap insektisida. Demikian BBC News melaporkan, Sabtu (22/11).

Manusia biasanya mengalami cacar air setelah terjangkit bakteri pes, setelah digigit kutu yang mengandung bakteri pes yang dibawa oleh tikus-tikus. Jika diketahui dengan cepat, cacar itu bisa disembuhkan dengan antibiotik.

Namun 2% dari kasus penyakit ini di Madagascar adalah bentuk yang paling berbahaya, yang bisa menyebar antar manusia melalui batuk.

Orang pertama yang diketahui terkena wabah ini adalah warga di Desa Soamahatamana di distrik Tsiroanomandidy, sekitar 200 km sebelah barat Antananarivo. Ia terkena penyakit ini pada bulan Agustus lalu.

Sementara itu di ibukota diketahui seorang telah meninggal dunia dan seorang lainnya masih dalam perawatan.

“Ada risiko penyebaran yang cepat penyakit ini di ibukota karena padatnya penduduk dan lemahnya sistem layanan kesehatan,” demikian pernyataan WHO.

Wabah Ebola Berakhir 2015
Sementara itu Sekjen PBB Ban Ki-Moon mengatakan bahwa wabah ebola yang kini melanda beberapa negara Afrika Barat bisa dihentikan pada tahun 2015 mendatang “jika negara-negara di dunia mempercepat tindakan”.

Hal itu disampaikan Ban dalam pertemuan antara pejabat-pejabat WHO, Bank Dunia dan IMF di Washington, Sabtu (22/11).

“Jika kita mempercepat respon kita, kita bisa menghentikan penyebarannya pada pertengahan tahun depan,” kata Ban.

Namun Banbury, ketua misi penanganan ebola PBB (UN Mission for Ebola Emergency Response/Unmeer), mengingatkan bahwa wabah penyakit ebola masih jauh dari berakhir.

“Kita masih jauh, sangat jauh dari berakhirnya krisis,” katanya sebagaimana dikutip BBC News.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL