ebola2Conakry, LiputanIslam.com — Organisasi dokter relawan internasional “Doctors Without Borders (DWB)” menyatakan bahwa wabah virus ebola yang melanda kawasan Afrika Barat saat ini berada dalam situasi “tidak terkendali”.

Bart Janssens, Direktur Operasi DWB mengatakan, Jumat (20/6) bahwa organisasi-organisasi negara-negara internasional harus lebih banyak memberikan bantuan dan meningkatkan kesadaran publik atas bahaya wabah penyakit Ebola.

“Harus ada komitmen politik nyata bahwa saat ini adalah masalah yang sangat gawat,” kata Janssens sebagaimana dikutip kantor berita Iran Press TV, Sabtu (21/6).

“Kalau tidak, wabah ini akan menyebar, dan percayalah ini akan menyebar ke lebih banyak negara,” tambahnya.

Menurut Janssens saat ini wabah telah memasuki gelombang kedua. “Bagi saya ini telah berada dalam kondisi yang tidak terkendali,” katanya.

Ebola telah menjangkiti warga di negara-negara Guinea, Sierra Leone dan Liberia. Sebagian besar korban berada di Guinea dimana 264 orang tewas akibat virus itu. Sementara 49 orang tewas di Sierra Leone dan 24 tewas di Liberia.

“Ini adalah wabah terbesar yang pernah tercatat dengan jumlah korban terbesar, jadi ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Armand Sprecher, seorang ahli dari Doctors Without Borders.

Sampai saat ini belum ditemukan obat yang bisa membunuh virus ebola yang infeksinya menimbulkan gejala diare, muntah-muntah dan pendarahan.

Virus ini menular melalui kontak dengan darah, kotoran, keringat atau melalui hubungan seksual serta bersentuhan langsung dengan mayat korban.

Virus Ebola pertama kali ditemukan di Kongo tahun 1976 setelah menewaskan 280 orang. Virus ini dianggap sebagai salah satu virus paling mematikan dengan tingkat kematian antara 25 persen hingga 90 persen.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL