Beijing, LiputanIslam.com — Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi perguncingan global atas aksinya menyematkan mantel kepada ibu negara Cina, di sela-sela KTT APEC di Beijing, Selasa (11/11).

Putin mungkin tidak mengetahui bahwa hari itu adalah “Hari Jomblo” (Single’s Day) di Cina, dimana warga menghormati orang-orang yang masih singel dengan saling memberikan hadiah. Namun tindakannya itu semakin mengukuhkan statusnya sebagai seorang jomblo, dalam persepektif yang positif. Putin bercerai dengan istrinya Lyudmila bulan April lalu.
putin peng liyun
Sebagaimana dilaporkan BBC News, dalam pertemuan APEC itu terlihat Putin menyematkan mantelnya ke pundak ibu negara Peng Liyuan yang modis, sementara Presiden Cina Xi Jingping sibuk ngobrol dengan Presiden AS Barack Obama.

Peng Liyun menerima mantel yang disematkan Putin, namun sesaat kemudian melepaskannya dan menggantinya dengan mantelnya sendiri.

Aksi Putin ini sontak mendapatkan reaksi viral di media sosial, terutama Weibo, situs jejaring sosial populer Cina, dan WeChat yang populer di negara-negara Asia Timur.

“Terima kasih, Paman Putin,” tulis seorang pengguna Weibo.

“Selamat Hari Jomblo. Ia (Putin) adalah lelaki sejati. Ia telah menggetarkan hati banyak wanita. Hebat!” tulis pengguna Weibo lainnya.

Gambar Putin dan ibu negara Peng Liyun pun dengan cepat beredar luas di dunia maya.

Televisi Cina menghentikan siarannya sejenak saat adegan Putin dan ibu negara Cina itu muncul tanpa penjelasan. Sementara BBC memberi melaporkannya dengan nada agak sinis dengan menyebut “Putin telah ditolak dengan agak kasar”.

“Perhatian, siapa saja yang ingin dianggap gentleman, bawalah selalu jaket kemanapun pergi,” tulis pengguna Weibo lainnya lagi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL