ruhLondon, LiputanIslam.com — Virus mematikan pembawa penyakit AIDS, HIV, telah berubah sifat menjadi lebih lunak dan kurang berbahaya dibanding sebelumnya. Demikian kesimpulan sebuah penelitian penting yang dilakukan University of Oxford.

Seperti dilaporkan BBC News, Senin (1/12), virus HIV telah “menyesuaikan diri” dengan sistem kekebalan tubuh manusia dan kini membutuhkan waktu lebih lama untuk menginfeksi manusia dan menimbulkan penyakit AIDS. Perubahan ini diyakini dapat membantu upaya menghentikan penyebaran virus ini.

Beberapa ahli bahkan percaya bahwa pada akhirnya virus HIV menjadi virus yang tidak berbahaya, seiring perubahan sifat yang terus berlangsung.

Diperkirkan lebih dari 35 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi virus ini, dimana di dalam tubuh orang-orang itu terjadi pergumulan sengit virus itu dengan sistem kekebalan tubuh manusia.

Virus HIV dikenal memiliki kemampuan tinggi melakukan “penyamaran” untuk menerobos sistem kekebalan tubuh manusia dengan melakukan mutasi terus-menerus. Namun, sebaliknya sitem kekebalan tubuh juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi menghadapi berbagai bentuk infeksi.

“Virus terperangkap di dalam tempat yang keras dan harus berubah bentuk jika ingin selamat, namun dengan akibat virus menjadi lebih lunak, dan itu berarti membutuhkan waktu lebih lama untuk mengakibatkan AIDS,” kata Profesor Philip Goulder, dari University of Oxford.

Selanjutnya, virus yang telah berubah lebih lunak itu menyebar ke orang lain, dan proses perubahan itu kembali terjadi.

Tim peneliti merujuk pada kasus penyebaran HIV di Botswana, negara yang telah lama terkena wabah, dengan Afrika Selatan yang terserang 10 tahun kemudian. Menurut Goulder, seiring berjalannya waktu, kemampuan reproduksi virus HIV di Botswana lebih rendah 10% dibanding di Afriks Selatan.

“Kita menyaksikan proses evolusi terjadi di depan kita dan sangat mengejutkan bahwa proses itu terjadi dengan cepat,” katanya.

“Virus ini tengah mengurun kemampuannya untuk menimbulkan penyakit dan itu akan membantu kita untuk menghentikan (penyebaran)-nya,” tambah Goulder.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL