ebola-virus-poster_01Conakry, LiputanIslam.com — Ibukota Guinea Conakry berada dalam kondisi bahaya setelah wabah virus ebola merembet ke kota berpenduduk lebih dari 2 juta orang itu.

Sebelumnya virus tersebut telah menewaskan belasan orang di wilayah selatan negara itu yang masih berhutan lebat. Pada hari Jumat kemarin (28/3) empat orang dikabarkan telah terjangkit virus tersebut di Conakry, setelah menghadiri pemakaman kerabat mereka yang menjadi korban virus ebola di Guinea tengah.

Organisasi-organisasi kemanusiaan telah mengirimkan bantuan untuk membantu pencegahan wabah virus mematikan di negara miskin di Afrika barat tersebut. Sampai saat ini telah 66 orang dipastikan tewas akibat virus ebola. Sampai saat ini jumlah terduga terjangkit virus evola di seluruh Guinea mencapai 103 orang.

Para peneliti kini bekerja keras untuk mempelajari sumber virus dan penyebarannya sekaligus masa inkubasi virus tersebut untuk mendapatkan metode pengobatan yang tepat. Demikian keterangan sumber organisasi kesehatan dunia (WHO) di Conakry.

Guinea adalah salah satu negara termiskin di dunia berdasarkan data PBB, meski ironisnya negara itu memiliki kandungan mineral berharga di perut buminya. Dengan tingkat pengangguran mencapai 60%, negara ini menempati peringkat 178 dari 187 negara berdasar Human Development Index PBB.

Para penduduk dari luar kota Conakry menyatakan kekhawatiran untuk pergi ke pusat kota untuk berbelanja atau melakukan kegiatan lainnya, dan memilih menjaga anak-anaknya di rumah daripada mengantar mereka ke sekolah.

“Saya heran apa yang telah dilakukan negeri ini (Guinea) kepada Tuhan sehingga mengirim bencana ini. Saya takut dengan semua yang bergerak yang bisa menjadi pembawa penyakit itu,” kata Abdoulaye Soumah, seorang sarjana pengangguran di Conakry.

15 negara anggota organisasi Economic Community of West African States menyatakan wabah ini sebagai ancaman terhadap keamanan kawasan dan menyerukan bantuan masyarakat internasional.

Virus tropis ebola dikenal dengan istilah “hiu molekul”, mengakibatkan demam tinggi, nyeri otot, lemah badan, diare dan muntah-muntah hingga pendarahan yang tidak terhentikan hingga kematian. Sebelumnya virus ini hanya menyerang binatang, namun kini telah menjadi ancaman serius bagi manusia.

Laporan-laporan lain juga menyebutkan terjadinya wabah serupa di Liberia dan Sierra Leone dengan korban jiwa mencapai 11 orang, sehingga secara keseluruhan korban tewas akibat virus ini telah mencapai 77 orang.(ca/voice of russia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL