vietnam kemenluHanoi, LiputanIslam.com — Pemerintah Vietnam mengumumkan kondisi keamanan telah berhasil dikendalikan di seluruh negara setelah terjadinya aksi-aksi kerusuhan anti-Cina. Pemerintah juga menyatakan akan menghukum para pelaku kerusuhan yang selama 2 hari melanda seluruh negeri yang mengakibatkan setidaknya 2 orang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka.

“Ketertiban berhasil dipulihkan di seluruh wilayah dan kami akan melakukan segala tindakan untuk menjami kemanan dan keselamatan jiwa para pekerja dan harta milik perusahaan-perusahaan asing, termasuk perusahaan-perusahaan Cina,” kata jubir Kemenlu Vietnam Le Hai Binh, Kamis petang (15/5).

Kantor berita “Xinhua” melaporkan setidaknya 2 pekerja asal Cina tewas dalam aksi kekerasan, salah satunya pekerja pabrik baja milik Thaiwan di Vietnam tengah, satu orang lagi pekerja pabrik onderdil sepeda di Vietnam selatan. Namun pemerintah Vietnam hanya menyebutkan seorang pekerja Cina yang tewas.

Aksi kerusuhan anti-Cina yang meluas hinga ke 22 provinsi di Vietnam dipicu oleh bentrokan laut antara kapal-kapal Vietnam dan Cina di dekat kepulauan Paracel Laut Cina Selatan, baru-baru ini. Bentrokan yang diwarnai “perang air” dimana kapal-kapal kedua pihak saling menyemprotkan meriam air itu terjadi ketika Cina bermaksud mendirikan fasilitas pengeboran minyak lepas pantai di perairan yang juga diklaim oleh Vietnam itu.

Pekerja Asing Diserukan Pergi
Para pakerja ekspatriat di kawasan industri Vietnam Singapore Industrial Park (VSIP) yang terletak di Provinsi Binh Duong di Vietnam Selatan, dihimbau untuk pergi setelah terjadinya aksi pembakaran dan pengrusakan terhadap sejumlah pabrik milik warga asing di kawasan itu.

Benjamin, seorang pekerja asal Singapura yang bekerja di kawasan industri di Distrik Thuan An, Provinsi Binh Duong, mengatakan kepada Straits Times, hari Rabu (14/5) bahwa seluruh staff asing telah didesak untuk pergi ke wilayah yang lebih aman di dekat kota Ho Chi Minh City.

“Para pejabat VSIP telah menelpon dan menyarankan kami untk meninggalkan Binh Duong saat situasi semakin memburuk,” kata Benjamin.

Kawasan Indusgtri VSIP dimiliki oleh BUMN Singapura, Sembcorp Industries. Banyak perusahaan Singapura berada di kawasan itu selain juga negara-negara lain seperti Thaiwan, Cina, dan Korea.

Cina dan Vietnam telah lama terlibat perselisihan mengenai status kepemilikan kawasan kepulauan Paracel dan Spratly.
Telah berulangkali terjadi ketegangan di wilayah-wilayah itu, terutama setelah Cina membangun fasilitas pengeboran minyak lepas pantai di dekat Kepulauan Paracel bulan ini.

Pemerintah Cina yang didukung oleh beberapa pengamat politik menuduh pemerintah Vietnam sengaja membiarkan aksi-aksi demonstrasi berkembang luas.(ca/strait times)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL