Bethlehem, LiputanIslam.com—Tentara Israel kembali terlibat bentrok dengan demonstran Palestina pasca keluarnya kebijakan kontroversial AS terkait status Yerusalem al-Quds. Kali ini, bentrokan terjadi di kota Bethlehem, menjelang perayaan Natal bagi umat Kristiani Palestina.

Sejumlah demonstran terlihat memakai pakaian Santa Claus dan mengibar-ngibarkan bendera Palestina. Tentara Israel menyerang mereka dengan granat dan gas air mata.

Dalam video yang diunggah Ruptly, sejumlah demonstran membunyikan lonceng sebagai bentuk perdamaian dalam waktu liburan natal. Beberapa membawa plakat bertuliskan Apa yang kami inginkan untuk natal adalah Yerusalem dan Keadilan”.

Warga Bethlehem, Mohammad al-Lahham, mengatakan bahwa kostum Santa memberikan pesan bagi anak-anak Palestina bahwa “kita berada di jalan menuju kebebasan, menuju Yerusalem. Papa Noel (Santa Claus) hari ini membagikan hadiah-hadiah dan para penjajah membagikan bom. Inilah bom-bom yang dibagikan pasukan penjajah Israel hari ini, di hari Natal.”

Dalam hari-hari seperti ini, Bethlehem biasanya dipenuhi peziarah dan turis dari seluruh dunia dan juga penduduk lokal Kristiani yang mau merayakan Natal di kota kelahiran Yesus Kristus itu.

Administrator Apostolik Patriarkat Latin dari Uskup Agung Yerusalem, Pierbattista Pizzaballa, mengatakan bahwa ada banyak orang atau kelompok yang membatalkan kunjungan ke Bethlehem setelah keluarnya kebijakan kontroversial AS tentang Yerusalem al-Quds.

“Tentu saja [kebijakan itu] menimbulkan ketegangan di seluruh Yerusalem dan mengganggu [perayaan] Natal,” kata Pizzaballa. (ra/presstv/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL