Ibu Tarek menunjukkan foto anaknya, Russia Today

Ibu Tarek menunjukkan foto anaknya, Russia Today

Yerusalem, LiputanIslam.com – Sebuah video sadis tersebar luas yang mempertontonkan kekejaman Zionis Israel terhadap Palestina.

Dalam video tersebut, terlihat dua orang serdadu Zionis menganiaya remaja Palestina, Tarek Abu Khdeir (15). Tarek adalah sepupu dari Mohammad Abu Khdeir yang sebelumnya dibakar hidup-hidup di Yerusalem Timur.

Dua orang serdadu Israel dengan ganas memukuli anak yang tak berdaya ini, dalam posisi terkapar di lantai. Anak malang ini tak bisa melawan karena tubuhnya diduduki oleh salah satu serdadu, sementara itu serdadu lainnya tidak hanya memukul, tetapi juga menendang dan menginjak-injak berulang-ulang kali.

Menurut Kantor Berita Ma’an, yang dikutip Russia Today( RT), Tarek ditangkap dan ditahan tanpa dakwaan apapun. Video pemukulan Tarek muncul setelah pemakaman saudara sepupunya, bisa disaksikan di http://www.youtube.com/watch?v=HDENWwEDGr4

Menurut RT, ketegangan antara Palestina –Israel semakin meningkat. Bermula dari ditemukannya tiga remaja Israel yang sudah tewas di Tepi Barat, Israel menuduh Hamas sebagai pelakunya. Namun Hamas membantah.

Lalu setelahnya, giliran Mohammad Abu Khdeir, remaja Palestina, ditemukan dalam keadaan tewas terbakar.  Palestina menganggap ini adalah aksi balasan atas tewasnya tiga remaja Isreal  sebelumnya.

Tubuh Mohammad Abu Khdeir itu ditemukan pada Rabu, 2 Juli 2014 di hutan Yerusalem. Hasil otopsi  menunjukkan bahwa ia dibakar hidup-hidup oleh para penculiknya. Lalu, pecah bentrokan antara pihak kepolisian Israel dan rakyat Palestina seusai pemakaman  Mohammad.

Dalam bentrokan itu,  puluhan terluka oleh peluru karet, termasuk enam jurnalis, dan tiga orang mengalami patah tulang setelah diserang oleh polisi Israel.

Bagaimana tanggapan Israel?

Menurut Juru Bicara Kepolisian Zionis Israel, insiden [pemukulan terhadap Tarek]  tersebut merupakan reaksi dari adanya enam orang perusuh bertopeng, yang diduga membawa pisau dan berusaha menyerang aparat.

“Mereka menolak ditangkap dan menyerang polisi, dan mereka melemparkan bom molotov, serangan yang hampir saja berakibat fatal,” jelasnya seperti dilansir RT, 5 Juli 2014.  Meski demikian, jubir itu juga mengatakan bahwa insiden itu akan diselidiki.

Mengutip dari AFP, Palang Merah Palestina melaporkan ada 232 orang telah terluka dalam bentrokan seusai pemakaman Mohammad. (ba)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL