London, LiputanIslam.com—Para pendukung Julian Assange berkumpul di depan Penjara Belmarsh, London, pada hari ini (14/4) untuk memperotes penahanan sang jurnalis pendiri Wikileaks itu.

Assange ditangkap pada 11 April kemarin di Kedubes Ekuador di London setelah suaka politiknya dicabut. Jurnalis yang terkenal karena mempublikasikan data-data rahasia Amerika Serikat itu kini menghadapi ancaman ekstradisi di AS dengan dakwaan konspirasi.

Para pendukung Assange yang berkumpul di depan penjara Belmarsh mengatakan kepada media Sputnik bahwa penahanannya itu adalah “aib bagi dunia”. Mereka juga menuding pemerintah Inggris telah melanggar hak asasi manusia sang jurnalis.

“Pemerintah Inggris telah melanggar hak asasi [Assange], kami terkejut sejak peristiwa ini terjadi dan hanya bisa membayangkan apa yang Julian telah lalui selama ini,” kata salah satu aktivis asal Ekuador dari organisasi “Wise Up Action”.

“Cara mereka menahan pria ini, hampir tujuh tahun di kedutaan tanpa sinar matahari atau udara segar, itu sangat keterlaluan dan memalukan bagi dunia,” lanjutnya.

Pendukung Assange mengklaim bahwa pria asal Australia itu telah menjadi target dari “perburuan penyihir” karena membocorkan data-data yang memperlihatkan keburukan pemerintah AS.

“Sudah menjadi ‘perburuan penyihir’ sejak awal, dan Tuhan tahu bagaimana nasib dia, tapi kami akan membuat suara sebanyak yang kami bisa. Kami punya banyak dukungan dari seluruh dunia, jadi kita akan lihat apa yang akan terjadi  nanti,” tambahnya. (ra/sputnik)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*