A Syrian living in Jordan gestures during a protest against Syria's President Bashar al-Assad outside the Syrian embassy in AmmanDamaskus, LiputanIslam.com — Video yang memperlihatkan kekejian pemberontak Suriah kembali muncul ke publik dan beredar luas di dunia maya. Dalam video terbaru tersebut terlihat adegan seorang wanita muslim Suriah dijerat dengan kawat hingga tewas di depan umum di lokasi dan waktu yang masih belum jelas.

Wanita muslim tersebut, terlihat dari pakaiannya, dibunuh karena dianggap bersalah telah menolak mengikuti keyakinan para pemberontak takfiri.

Video ini menyusul video serupa beberapa hari yang lalu yang memperlihatkan seorang laki-laki penganut Syiah dipotong kepalanya oleh para pemberontak takfiri, juga di depan umum. Lembaga pengamat konflik Suriah yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights yang meng-upload video tersebut, menyebutkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh pemberontak dari kelompok terkait Al Qaida, Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL).

Sejak terjadinya konflik di Suriah berbagai bentuk kekejian para pemberontak terhadap penduduk sipil Suriah muncul ke publik dalam bentuk video yang beredar di dunia maya. Pada tgl 26 Januari lalu, misalnya, beredar video yang memperlihatkan mayat-mayat yang terpotong-potong di luar Aleppo. Diduga kuat mayat-mayat itu adalah korban kekejian ISIL yang menguasai wilayah tersebut.

Namun yang paling menghebohkan dunia maya adalah video yang beredar tgl 12 Mei 2013 yang memperlihatkan seorang komandan pemberontak takfiri bernama Khalid al Hamad, atau dikenal juga dengan nama Abu Sakkar, yang membedah dada mayat prajurit Suriah, mengambil jantungnya dan kemudian memakannya mentah-mentah.

Tidak hanya itu, dalam wawancara dengan media Inggris BBC pada bulan Juli 2013, Abu Sakkar mengaku telah melakukan berbagai aksi keji lainnya serta mengancam akan melakukan kekejian-kekejian lainnya lagi jika Amerika tidak memberikan lebih banyak bantuan kepada para pemberontak.

Laporan-laporan telah menunjukkan dengan jelas negara-negara barat dan sekutu-sekutu regionalnya seperti Qatar, Saudi Arabia, dan Turki merupakan pendukung kuat para pemberontak.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL