flag_of_ukraine.jpg

LiputanIslam.com — Media melaporkan bahwa ada beberapa mantan tentara Israel yang memainkan peran penting dalam mengatur bentrokan di jalanan dengan pasukan pemerintah di ibukota Ukraina, Kiev. Bentrok tersebut diwarnai aksi kekerasan.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Haaretz dan Times of Israel pada hari Jumat, yang dikutip oleh Press TV, seorang veteran tentara Israel yang diidentifikasi sebagai ‘Delta’ memimpin street-fighting unit (pasukan pejuang jalanan) di Kiev.

Street-fighting unit yang juga disebut ‘Blue Helmets of the Maidan’, berkekuatan dari  40 pria dan wanita, termasuk beberapa veteran tentara Israel. Laporan tersebut juga menambahkan bahwa satuan ini terkait dengan kelompok ultra- nasionalis.

Lebih lanjut, informasi yang beredar  mengatakan bahwa Delta, seorang mantan tentara Israel kelahiran Ukraina, menggunakan keterampilan tempur yang ia peroleh di Shu’alei Shimshon, batalyon pengintai  Israel dari brigade infanteri Givati. Bermodal keahliannya, ia ikut bergabung dengan pejuang jalanan di Kiev.

Menurut Delta, Blue Helm terdiri dari 35 pria dan wanita , yang dipimpin oleh lima tentara ex – Israel .

Kerusuhan meletus di Ukraina pada November 2013, ketika presiden terguling, Viktor Yanukovych, menolak penandatanganan Perjanjian Asosiasi dengan Uni Eropa, dan malah merapat ke Rusia. Rusia telah berulang kali menuduh Barat ikut campur dalam urusan internal Ukraina dan memicu krisis di negara itu.

Pada awal Februari, dalam video empat menit telah diposting di YouTube oleh seorang pengguna yang anonim, diperlihatkan bahwa  Asisten Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland dan Duta Besar AS untuk Kiev Geoffrey Pyatt terlibat dalam pembicaraan yang membahas keinginan mereka mendudukkan pemimpin oposisi Ukraina di dalam pemerintahan. (LiputanIslam.com/AF)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL