Sniper (39)Caracas, LiputanIslam.com — Seorang warga AS berumur 32 tahun dari Florida, ditahan aparat keamanan Venezuela, hari Selasa (22/4), atas tuduhan mengorganisir aksi-aksi demonstrasi menentang Presiden Nicolas Maduro.

Sebagaimana dilaporkan media setempat, Telesur Channel, dengan mengutip keterangan gubernur provinsi Techira, Governor Jose Vielma Mora, warga AS tersebut ditangkap di perbatasan provinsi, hari Selasa (22/4) setelah berusaha meninggalkan ibukota provinsi San Criste. Tersangka telah berada di San Cristie selama 2 bulan.

Menurut keterangan Mora, tersangka masuk secara legal di Venezuela, namun aparat keamanan mencurigai keterlibatannya dalam aksi-aksi demonstrasi menentang Maduro. Ketika ditangkap tersangka membawa beberapa pucuk senjata api, termasuk senjata laras panjang dengan teleskop. Menurut Mora, senjata itu diduga digunakan dalam aksi penembakan terhadap warga Venezuela.

Venezuela kini tengah dilanda aksi-aksi demonstrasi menentang pemerintah yang sejak pertengahan Februari lalu telah menelan nyawa 41 orang. Selain itu sebanyak 670 orang mengalami luka-luka dan 175 lainnya ditahan aparat keamanan. Pemerintah menuduh aksi-aksi tersebut dikoordinir oleh Amerika.

Awal bulan lalu Presiden Maduro menuduh Amerika telah mengkoordinir aksi-aksi demonstrasi untuk menjungkalkan kekuasaannya sebagaimana dilakukan Amerika di Ukraina dengan menyingkirkan kekuasaan Presiden Viktor Yanukovych.(ca/voice of russia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*