delcyCaracas, LiputanIslam.com — Pemerintah Venezuela memerintahkan AS untuk mengurangi jumlah diplomatnya di negara itu dan memberi waktu selama 2 minggu untuk memenuhi tuntutan itu.

Kantor berita Iran Press TV melaporkan, Selasa (3/3), Menlu Venezuela Delcy Rodriguez, hari Senin, menyampaikan tuntutan itu dalam pertemuannya dengan utusan khusus AS di Venezuela, Lee McClenny, di Caracas.

Dalam pertemuan itu Delcy mengatakan bahwa AS harus mengurangi jumlah diplomatnya dari 100 orang menjadi 17 orang saja. Venezuela juga menempatkan 17 diplomatnya di AS.

“Tentang pengurangan menjadi 17 staff, ia (McClenny) diberi waktu selama 15 hari,” kata Rodriguez seraya menambahkan bahwa Venezuela akan mengeluarkan ketentuan tentang pemberian visa bagi warga negara AS.

Pada hari Sabtu (28/2) Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan penangkapan sejumlah mata-mata AS dan menuduh AS tengah melakukan konspirasi terhadap pemerintah Venezuela.

Ia mengancam AS dengan tindakan-tindakan balasan, termasuk mengenakan pembatasan kunjungan warga AS ke Venezuela, termasuk bagi mantan presiden George W. Bush dan wakilnya Dick Cheney. Venezuela juga akan membatasi pergerakan diplomat-diplomat AS.

Hubungan antara AS dan Venezuela berada di titik terendah saat ini setelah pada tanggal 12 Februari lalu Maduro menuduh AS mendukung sebuah komplotan yang akan melakukan kudeta.

Maduro telah berulangkali menuduh AS melakukan campur tangan terhadap Venezuela.

Hubungan yang tidak harmonis itu telah berlangsung sejak pemerintahan pendahulu Maduro, Hugo Chavez yang menjadi presiden tahun 1999. Venezuela menolak pengiriman duta besar sejak tahun 2010. Pada tahun 2002 AS mengakui mendukung kudeta terhadap Chavez.

Maduro dijadwalkan akan bertemu Presiden AS Barack Obama dalam pertemuan ‘Summit of the Americas’ di Panama.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*