maduroCaracas, LiputanIslam.com — Pemerintah Venezuela dan Spanyol saling memanggil duta besar masing-masing menyusul ketegangan hubungan kedua negara yang dipicu oleh seruan parlemen Spanyol kepada pemerintah Venezuela untuk melepaskan tokoh-tokoh oposisi yang ditahan.

Pada hari Rabu (15/4) Spanyol memanggil Dubes Venezuela Mario Isea, sementara Venezuela memanggil Dubes Spanyol Antonio Perez-Hernandez Torra.

Sebelumnya pada hari Selasa (14/4) Parlemen Spanyol memutuskan untuk mendesak pemerintah Venezuela untuk membebaskan para tokoh oposisi yang ditahan karena dakwaan upaya kudeta. Presiden Venezuelan Nicolas Maduro langsung mengecam langkah parlemen Spanyol itu sebagai ‘tindakan agresi elit penguasa Spanyol yang korup’. Ia bahkan menuduh Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy sebagai “rasis”.

Menlu Spanyol, usai pemanggilan Dubes Venezuela, mengatakan bahwa pernyataan Maduro sebagai bentuk ‘pelecehan dan ancaman’ serta ‘tidak bisa ditolerir’. Sebaliknya Menlu Venezuela Delcy Rodriguez menuduh sikap Spanyol sebagai bentuk ‘campur tangan’.

“Kami menyerukan kembali kepada pemerintah Spanyol untuk menghormati kedaulatan Venezuela,” kata Rodriguez, seperti dilansir Press TV, Kamis (16/4).

Pada bulan Februari Venezuela memanggil pulang Dubesnya di Spanyol setelah PM Spanyol bertemu dengan Lilian Tintori, istri tokoh oposisi yang ditahan Leopold Lopez. Ia kemudian juga bertemu dengan Mitzy Capriles, istri dari Walikota Caracas Antonio Ledezma, yang juga ditahan karena dugaan keterlibatan aksi kudeta.

Bulan lalu Maduro bahkan menuduh mantan PM Spanyol Felipe Gonzalez terlibat dalam kelompok yang merencanakan kudeta terhadap dirinya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL