Caracas, LiputanIslam.com–Venezuela mengecam AS atas sanksi yang baru dijatuhkan kepada negara mereka yang disebut bertujuan untuk “menyabotase” pemilu presiden pada Minggu (20/5/18).

Pada Jumat sebelumnya, Kementerian Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada kepala partai sosialis Venezuela, Diosdado Cabello, dan istrinya Marleny Josefina Contreras, yang mengepalai insitut turisme Venezuela, serta adiknya, Jose David.

Sehari setelahnya, pemerintah Caracas menyebut langkah tersebut tidak berbasis legal, dan merupakan bagian dari “kampanye agresi sistematik” yang dilakukan oleh pemerintah Presiden Donald Trump.

“Tidak mengejutkan bahwa menjelang pemilu, ketika rakyat Venezuela keluar untuk membela demokrasi mereka melawan agresi imperialis…, sekali lagi rezim AS mencoba menyabotase pemilu,” tegas pemerintah Caracas dalam sebuah pernyataan.

Sejumlah analis memprediksi bahwa presiden terkini, Nicholas Maduro, akan kembali memenangkan pemilu ini melawan kandidat dari oposisi, Henri Falcon.

Beberapa anggota pihak oposisi diketahui memboikot pemilu ini, dengan klaim bahwa pemilu tersebut telah dicurangi untuk memastikan Maduro memenangkan periode keduanya di kursi kepresidenan.

Pemerintah Venezuela telah memastikan publik bahwa pemilu akan adil dan bebas. Mereka pun telah mengundang peneliti internasional untuk memonitor kegiatan ini.

Selama sebulan terakhir, Venezuela menghadapi perselisihan politik dan krisis ekonomi. Mereka mengklaim, krisis yang genting ini adalah akibat dari sanksi yang dijatuhkan oleh AS. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*