vaksin ebolaLondon, LiputanIslam.com — Obat eksperiman anti virus ebola, ZMapp, terbukti efektif membunuh virus. Dalam percobaan yang diberikan kepada monyet, 100% mengalami penyembuhan, bahkan yang diberikan pada penderit tingkat lanjut.

Demikian laporan yang dirilis di majalah kesehatan Nature baru-baru ini sebagaimana dikutip BBC News, Sabtu (30/8).

“Ini adalah langkah ke depan yang sangat penting,” tulis Nature  tentang hasil percobaan itu.

Namun dengan stok yang terbatas, 20.000 orang yang diperkirakan telah terpapar virus sepertinya tidak semuanya bisa mendapatkannya. Sedangkan 2 dari 7 orang yang telah mendapatkan pengobatan ZMapp ternyata meninggal dunia.

ZMapp telah mendapat julukan sebagai “serum rahasia” karena masih dalam taraf percobaan dan hingga saat ini belum ada data tingkat efektifitasnya. Namun para dokter menganggapnya sebagai satu-satunya pilihan untuk menghadapi virus yang telah menewaskan lebih dari 1.500 orang sejak Februari lalu.

Para peneliti telah menyelidiki berbagai kombinasi antibodi, bagian dari sistem kekebalan tubuh yang bekerja pada virus. Beberapa kombinasi telah menunjukkan efektifitas untuk memerangi virus yang menular pada binatang. ZMapp, yang terdiri dari 3 jenis kombinasi antibodi, termasuk di antaranya.

Dalam percobaan terhadap 18 monyet rhesus macaques yang tertular virus ebola menunjukkan tingkat kesembuhan hingga 100%. Ini termasuk monyet yang telah tertular selama 5 hari, atau termasuk stadium parah sebelum meninggal.

Hal ini dianggap sebagai kemajuan besar, karena sebelumnya para peneliti memperkirakan penyembuhan bisa dilakukan pada tahap awal dimana penderita belum menunjukkan tanda-tanda sakit.

“Tingkat penyembuhan ini di luar perkiraan saya. Saya sangat terkejut bahwa kombinasi terbaik bisa menyelamatkan binatang yang telah tertular selama 5 hari, ini sangat fantastik,” kata Dr Gary Kobinger dari Public Health Agency of Canada

Namun, manusia memiliki perbedaan signifikan. 2 dari 7 penderita virus yang telah menjalani pengobatan dengan ZMapp telah meninggal. Mereka adalah seorang dokter Liberia dan seorang pendeta Spanyol.

Siklus infeksi dalam tubuh manusia lebih lambat dari monyet, sehingga diperkirakan virus ini masih efektif bekerja pada penderita yang terpapar virus selama 9 hingga 11 hari.

“Kami tahu ada satu titik dimana tidak ada lagi harapan, ketika organ-organ utama dalam tubuh sudah mengalami kerusakan,” kata Dr Kobinger.

Sementara itu Prof Peter Piot, Direktur London School of Hygiene and Tropical Medicine, mengatakan: “Saya tidak pernah mengira, 40 tahun setelah saya menemukan wabah pertama virus ini, penyakit ini masih menelan banyak nyawa.”

Lebih jauh tentang vaksin ZMapp ini, bisa dilihat di sini: http://liputanislam.com/berita/obat-ujicoba-anti-virus-ebola-tunjukkan-tanda-positif/

 

Vaksin Percobaan Rusia
Sementara itu kantor berita Rusia RIA Novosti hari Selasa (26/8) lalu melaporkan perkembangan positif vaksin virus ebola temuan para ahli Rusia.

“Tim khusus kami dari Ivanovsky Institute – Kementrian Kesehatan dan seorang ahli dari Rospotrebnadzor, telah kembali dari Guinea. Kami telah mengetahui penyakit dan kharakteristiknya, dan kami telah memiliki vaksin percobaan yang tengah menjalani ujicoba dengan hasil yang positif,” kata Menteri Kesehatan Veronika Skvortsova sebagaimana dikutip RIA.

Ivanovsky Research Institute of Virology adalah salah satu pusat penelitian terkemuka di dunia di bidang ekologi, epidemiologi dan biologi molekul virus manusia dan binatang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL