vaksin ebolaKampala, LiputanIslam.com — Vaksin anti-virus ebola yang pertama kali diuji coba terhadap orang-orang Afrika di Uganda memperlihatkan tanda-tanda yang menjanjikan. Demikian sebuah laporan di jurnal “Lancet Medical”, sebagaimana dilansir BBC News, Senin (22/12) petang.

Para ahli menyebut, ini merupakan sebuah langkah maju yang penting mengingat beberapa vaksi percobaan lainnya menunjukkan hasil yang kurang memuaskan untuk melindungi warga keturunan Afrika. Tidak hanya itu virus yang sama juga efektif memberikan perlindungan bagi orang-orang keturunan Amerika.

Sejauh ini virus ebola telah membunuh lebih dari 6.900 orang dengan korban terbesar terjadi di tiga negara Afrika Barat: Sierra Leone, Liberia dan Guinea.

Fungsi utama vaksin adalah merangsang tubuh untuk menciptakan anti-biotik yang mampu mengalahkan semua jenis virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

“Ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan tingkat keamanan dan respon kekebalan sebuah vaksin ebola ujicoba yang diberikan kepada orang-orang Afrika,” kata Dr Julie Ledgerwood, ketua tim peneliti dari National Institutes of Health kepada BBC.

Menurut penelitian itu sekitar 57% orang di Uganda yang menerima vaksin ini berhasil mengembangkan anti-bodi anti-ebola di dalam darahnya. Namun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan apakah zat-antibodi itu cukup kuat untuk bertahan dalam jangka lama untuk memberikan perlindungan yang cukup bagi tubuh.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL