boeing7478i08Washington, LiputanIslam.com — Pemerintah AS melalui Departemen Keuangan mengijinkan 2 perusahaan raksasas AS, Boeing dan General Electric (GE) untuk menjual sparepart ke Iran. Langkah ini merupakan implemantasi dari “kesepakatan pencabutan sementara sanksi-sanksi” bulan Januari lalu sekaligus memecahkan putusnya hubungan dagang AS-Iran yang telah berlangsung lama.

Menurut laporan kantor berita Inggris Reuters mengutip jubir General Electric Rick Kennedy, ijin penjualan bagi General Electric disetujui pemerintah hari Jumat (4/4). Ijin tersebut memungkinkan GE melakukan perbaikan terhadap berbagai peralatan yang dijual perusahaan itu ke Iran pada dekade 1970-an atau sebelum Revolusi Islam Iran tahun 1979 yang memutuskan hubungan diplomatik kedua negara.

Sedangkan Boeing, perusahaan pembuat pesawat terbesar di dunia, mendapatkan ijinnya minggu ini dan akan segera melakukan kontak dengan mitranya di Iran untuk menentukan komponen-komponen mesin apa yang harus dijual ke Iran.

Ijin yang diberikan tersebut tidak berlaku bagi penjualan pesawat-pesawat baru dan hanya ditujukan untuk menjamin keselamatan penerbangan pesawat-pesawat yang dibeli Iran sebelum revolusi tahun 1979.

“Ini masih sangat terbatas,” kata jubir Boeing kepada Reuters. “Kami memperhatikan keselamatan penerbangan dengan sangat serius,” tambahnya.

Menyusul terputusnya hubungan Amerika dan Iran, Iran mengalami kesulitan mendapatkan sparepart bagi pesawat-pesawat terbangnya yang dibeli dari Amerika. Akibatnya dalam 2 dekade terakhir terjadi peningkatan angka kecelakaan pesawat terbang, demikian laporan Reuters.

Sampai sekarang belum ada keterangan dari pemerintah Amerika tentang langkah tersebut.

Sebagaimana diketahui pada bulan November 2013, Iran dan Sextet (AS, Inggris, Perancis, Rusia, Cina dan Jepang) mencapai kesepakatan tentang program nuklir Iran dengan ketentuan bahwa Iran akan menghentikan program pengayaan uranium hingga level 5% dengan imbalan pencabutan sebagian sanksi Amerika dan Uni Eropa terhadap Iran.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*