kedubes israel uruguaiMontevideo, LiputanIslam.com — Pemerintah Uruguai, hari Sabtu (8/2), membantah laporan media massa Israel tentang pengusiran diplomat Iran terkait dengan penemuan bom palsu di ibukota negara itu, Jumat (6/2). Demikian laporan media Iran Press TV, Minggu (8/2).

Pada hari Jumat (6/2) media Israel Haaretz melaporkan dengan mengutip keterangan seorang pejabat Israel, bahwa seorang diplomat Iran telah diusir dari Uruguai 2 minggu lalu setelah ketahuan meletakkan bom palsu di dekat kedubes Israel di Montevideo.

Namun Kedubes Iran maupun pemerintah Uruguai, hari Sabtu (7/2), membantah keterangan itu. Kedubes Iran bahkan balik menuduh Israel berusaha menciptakan rasa benci terhadap Iran dan menghancurkan nama baik Iran di mata internasional.

Penemun bom palsu itu terjadi pada 8 Januari lalu di dekat kantor kedubes Isreal di kompleks World Trade Center, Montevideo. Bom itu kemudian diledakkan oleh aparat keamanan.

Ahli penjinak bom Letkol Alfredo Larramendi mengatakan kepada wartawan bahwa wom itu tidak terlalu berbahaya. Ia menduga bom itu sengaja diletakkan untuk menguji kesigapan aparat keamanan Kedubes Israel.

Beberapa waktu lalu Iran menuduh Israel merancang serangan terhadap kantor kedubesnya sendiri di India dan Georgia. Para pengamat inteligen juga menuduh Israel sengaja meledakkan bom di kedubes Israel dan pusat budaya yahudi di Argentina tahun 1992 dan 1994  untuk mendiskreditkan Iran.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL