0007071Gajah-Afrika2780x390LILONGWE, LiputanIslam.com—Untuk memulihkan populasi gajah Afrika, para pakar kehidupan liar di Malawi bulan depan memulai pemindahan 500 ekor gajah ke lokasi suaka yang diharapkan bisa berfungsi sebagai penampungan.

Pemindahan besar-besaran ini, yang dijadwalkan selesai tahun depan, akan dilakukan dengan menembakkan peluru bius ke tubuh hewan besar itu.

Setelah terbius hewan itu akan diangkut dengan menggunakan alat derek untuk dimasukkan ke dalam truk dan diangkut ke Taman Suaka Nkhotakota Malawi.

Relokasi ratusan ekor gajah ini dilakukan African Parks, sebuah organisasi non-profit yang berbasis di Johannesburg, Afrika Selatan.

Langkah ini diambil di tengah semakin banyaknya gajah yang dibantai para pemburu liar untuk memenuhi permintaan gading gajah terutama di Asia.

“Terjadi paradoks di Afrika di mana populasi gajah menurun drastis di beberapa tempat, sehingga membutuhkan manajemen yang lebih baik di lokasi yang terlindungi agar populasi hewan ini bertambah,” kata Andrew Parker, direktur operasi African Parks.

Di Malawi, kata Parker, terjadi surplus gajah yang justru malah merusak lahan pertanian dan terlibat konflik dengan warga yang tinggal di dekat dua taman nasional, Majete dan Liwonde.

Nah, gajah-gajah yang berada di kedua tempat itulah  yang akan dipindahkan ke Nkhotakota, sebuah taman seluas lebih dari 1.800 kilometer persegi, sehingga lebih banyak memiliki ruang dan keamanan.

Saat ini Afrikan Parks mengelola ketiga suaka margasatwa itu. Nkhotakota saat ini memiliki kurang dari 100 ekor gajah, sementara di seluruh Malawi terdapat lebih dari 1.500 ekor gajah.

Di seluruh Afrika, menurut data WWF, terdapat 470.000 ekor gajah. Padahal di awal abad ke-20 jumlah hewan besar ini berkisar antara 3-5 juta ekor. (ra/kompas.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL