Washington, LiputanIslam.com–Baru-baru ini, pemerintah AS mengancam akan menahan pemberian dana kepada badan PBB yang mengurusi bantuan kepada pengungsi Palestina, UNRWA.

Merespon ancaman tersebut, UNRWA menyatakan bahwa akan ada dampak “malapetaka” jika badan itu kehilangan dana dari AS.

“Dampak kemanusiaan akibat kehilangan dana yang signifikan akan menimbulkan malapetaka di kehidupan nyata orang-orang yang harus dilindungi oleh PBB,” kata juru bicara UNRWA, Chris Gunness, pada Jumat (12/1/18).

Pada tanggal 2 Januari kemarin, Presiden AS Donald Trump menuliskan sejumlah tweet  yang berisi ancaman penghapusan dana kepada Palestina. Saat ini, jumlah bantuan mencapai $300 juta setahun. Alasannya, pemerintah Palestina dianggap tidak mau melakukan ‘pembicaraan damai’ dengan Israel.

Menurut situs resmi UNRWA, AS adalah sumber dana terbesar bagi bada itu dengan jumlah hampir $370 juta pada tahun 2016.

“Pengungsi Palestina merupakan orang-orang yang rapuh dan tidak berdaya di Timur Tengah. Pelayanan kesehatan kami benar-benar menjadi harapan hidup para wanita, anak-anak, lansia yang sakit,” kata Gunness.

“Bahkan kejutan paling sederhana sekalipun di dalam masyarakat yang rapuh dapat berdampak luar biasa dan konsekuensinya bisa sangat mendalam, meluas, dramatis dan tidak dapat diprediksi,” tambahnya.

UNRWA didirikan pada tahun 1949 dengan misi membantu pengungsi Palestina dalam hal pendidikan dan layanan kesehatan. Wilayah bantuan mereka adalah di Jalur Gaza dan kawasan pendudukan Tepi Barat. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL