Florida, LiputanIslam.com—Sekumpulan demonstran berkumpul di Universitas Florida pada Kamis (19/10/17), tempat seorang tokoh nasional kulit putih mengadakan pidato. Para pengunjuk rasa ini meneriakkan slogan “Pergi sana pendukung Nazi!”

Richard Spencer, sang tokoh supremasi kulit putih dan kepala badan think tank National Policy Institute, melakukan pidatonya hanya dua bulan setelah peristiwa bentrokan berdarah antara kelompok neo-Nazis, supremasi kulit putih dengan kelompok penentang di Charlottesville, Virginia.

Bentrokan pada tanggal 12 Agustus itu menimbulkan perdebatan nasional mengenai ras di Amerika.

Sejak saat itu, kelompok supremasi kulit putih berusaha membawa Spencer ke berbagai universitas publik untuk berpidato, dengan alasan bahwa dia punya hak kebebasan berbicara.

Dalam acara pidatonya di Universitas Florida, ratusan orang berkumpul memprotesnya di luar gedung pertunjukkan kampus dengan teriakan “Kami tidak menerima kebencian Nazi-mu”. Spencer sendiri mengecam para demonstran karena berusaha menekan pidatonya.

“Saya tidak akan pulang,” kata Spencer. “Kami lebih kuat dari kalian dan kalian semua tahu itu!”

Pria itu terlihat hanya memiliki sedikit pendukung, yaitu hanya sekitar 15 pria kulit putih yang berpakaian putih dan celana khaki.

Pihak university mengaku mereka tidak mengundang Spencer berpidato, namun harus mengikuti kewajiban hukum dengan membiarkan acara ini.

Badan Southern Poverty Law Center, yang memonitor kelompok-kelompok kebencian di AS menilai Spencer sebagai “seorang separatis radikal kulit putih yang punya tujuan untuk menciptakan ethno-state kulit putih di Amerika Utara.”

Sebagai pendukung vokal presiden Trump selama kampanye 2016, Spencer dikenal sejak tersebarnya video pendukung Trump yang memberikan salut ala Nazi kepadanya dalam pertemuan perayaan kemenangan kandidat Republik itu sebagai presiden AS ke-45. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL