STUDENTS FOR JUSTICE IN PALESTINEBoston, LiputanIslam.com – Sekelompok aktifis mahasiswa pro-Palestina di Universitas Northeastern, Boston yang tergabung dalam Students for Justice in Palestine, telah diskors dan dilarang melakukan aktifitasnya oleh pihak Kampus minggu lalu . Hal ini terkait tindakan para anggotanya yang  menempelkan brosur di sekitar area asrama kampus dengan brosur-brosur  yang berisikan informasi tentang kebiadaban Israel menghancurkan rumah-rumah warga Palestina

Pemimpin kelompok aktifis ini mengatakan sangsi penskorsan tersebut merupakan serangan bermotif politik terhadap hak kebebasan berbicara mereka.Walaupun aksi mereka jelas merupakan bagian dari hak kebebasan berbicara, namun administrasi kampus menggunakannya sebagai dalih untuk membekukan kelompok tersebut dengan menskorsnya.

“Kami diberi sangsi hanya karena mempraktekkan kebebasan kami berbicara,” ungkap Max Geller pada wartawan Ma’an, Jum’at  lalu.

“Banyak juga mahasiswa dari kelompok-kelompok aktifis lain yang melakukan hal serupa dan tidak diributkan oleh pengurus kampus, apalagi sampai diinvestigasi polisi dan digeledah rumahnya, “ ucapnya menekankan bahwa telah terjadi diskriminasi di kampus tersebut, hanya kepada organisasi yang pro- Palestina.

Pihak kampus sendiri ketika dihubungi mengatakan, bahwa para mahasiswa SJP  tidak saja   menolak tawaran untuk bekerjasama dengan pihak kampus, namun organisasi ini justru menunjukkan sikap tidak menghormati aturan kampus berkali-kali. Pihak kampus  mengklaim selalu memberi hak yang sama pada seluruh mahasiswanya.

Tuduhan melanggar aturan administrasi kampus, seperti menyebarkan brosur, menempel poster pada properti kampus dan melakukan kegiatan tanpa konfirmasi terlebih dahulu itu disangkal para anggota SJP dengan mengatakan bahwa kelompok-kelompok mahasiswa lain juga melakukan hal yang sama tanpa pernah mendapat sangsi.

“Surat itu menyatakan bahwa penskorsan kepada kami berlaku sama untuk semua mahasiswa, lalu mengapa hanya kepada kami, Universitas berlaku sangat berbeda?”

Sama seperti ketidak-adilan yang dialami mahasiswa SJP di Northeastern, banyak organisasi mahasiswa pro-Palestina di Universitas-Universitas lain di Amerika yang juga mengalami diskriminasi dan ancaman-ancaman dari pengurus kampus.

“Organisasi Pendukung Solidaritas Palestina bersama dengan Persatuan Kebebasan Masyarakat Amerika (ACLU) dan Serikat Pengacara Nasional (NLG) dari Massachusetts menasehati kami bahwa kami harus bersiap menghadapi proses-proses sulit ini,” ungkap salah seorang anggota SJP

Tercatat lebih dari 100 penindasan dilakukan oleh kampus-kampus di Amerika terhadap aktifitas mahasiswa  pro-Palestina sepanjang tahun 2013 di Amerika.(lb/mna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL