school-attackIdlib, LiputanIslam.com — Rusia mengungkapkan bukti bahwa pengeboman sekolah di Idlib, yang diumumkan oleh Direktur Eksekutif UNICEF, Anthony Lake, adalah kejadian palsu. Rusia juga mengecam sikap UNICEF yang mengabaikan pengeboman sekolah di Al Mashriq, yang benar-benar terjadi.

Menanggapi kecaman Rusia itu, Lake pada Kamis (27/10/16) juga mengumumkan adanya sekolah yang diserang di Al Mashriq (Aleppo), namun tidak mengecam pelakunya (para teroris).

Sebelumnya, terkait pengeboman sekolah di Idlib, Lake menyebut ada 22 siswa dan 6 orang dewasa tewas, dan peristiwa ini bisa disebut sebagai “kejahatan perang”. AS dan Perancis kemudian segera menuduh militer Suriah atau Rusia yang bertanggung jawab atas serangan bom di sekolah di Idlib.

Rusia pun segera melakukan investigas dengan menggunakan drone dan kemudian merilis foto-foto sebagai bukti bahwa tidak ditemukan tanda-tanda adanya serangan bom dari udara pada kawasan tersebut. Moscow juga mengatakan bahwa foto yang disebarluaskan terkait peristiwa itu dan bukti video yang disertakan telah diedit oleh White Helmets, sebuah organisasi “relawan” yang disponsori Barat dan terkait dengan kelompok teroris. (ra/RT.com)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL