New York, LiputanIslam.com—Badan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) menyatakan, anak-anak di Jalur Gaza adalah korban utama kekerasan Israel di tengah 1,8 juta warga di kawasan pendudukan itu.

“Kekerasan yang meningkat di Gaza memperparah penderitaan anak-anak yang telah merasakan hidup yang sulit selama beberapa tahun terakhir,” kata Geert Cappelaere, direktut regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utaraat UNICEF,  pada Jumat (4/5/18).

Cappelaere menambahkan, selain mengalami cedera fisik akibat serangan Israel, anak-anak ini juga semakin memperlihatkan tanda-tanda trauma dan stres yang parah.

Menurut data yang dikumpulkan UNICEF, selama lima  minggu terakhir, terdapat 5 anak yang kehilangan nyawa dan ratusan lainnya terluka dalam aksi protes anti-penjajahan.

Selain itu, setidaknya setengah populasi anak-anak di Gaza hidup bergantung dengan bantuan kemanusiaan.

Sementara 1 dari 4 membutuhkan asuhan psikososial.

Cappelaere mengimbuhkan, anak-anak di bawah umur ini “bertempat di sekolah, rumah, dan taman bermain” dan maka, mereka tidak boleh menjadi target serangan pasukan Israel.

Pada akhir bulan lalu, Komisioner Tinggi HAM PBB, Zeid Ra’ad al-Hussein, meminta pasukan Israel untuk tidak menggunakan “kekerasan mematikan terhadap demonstran tak bersenjata,” terutama anak-anak.

“Bagaimana mungkin anak-anak dapat memberikan ancaman kematian atau luka serius kepada pasukan keamanan yang bersenjata berat?” tanya al-Hussein. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL