LiputanIslam.com—Uni Eropa (UE) tidak akan mengikuti jejak Presiden AS Donald Trump yang mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

Jubir Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Maya Kosyanchich, mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Uni Eropa, sesuai dengan hukum internasional, tidak mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang didudukinya sejak Juli 1967, termasuk Dataran Tinggi Golan, dan tidak tidak menganggap dataran itu sebagai bagian dari wilayah Israel, ” seperti dikutip Times of Israel pada Jum’at (22/3).

Pernyataan Maya Kosyanchich diperkuat oleh pernyataan Donald Tusk, Presiden Dewan Eropa, bahwa Uni Eropa telah menentukan sikapnya di Dataran Tinggi Golan. “Posisi Uni Eropa sudah terkenal dan belum berubah,” kata Tusk pada konferensi pers kemarin ketika diminta untuk mengomentari pernyataan Trump.

UE tidak mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967.

Awal pekan ini, Trump menulis di Twitter bahwa sudah waktunya untuk “sepenuhnya” mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan karena itu “penting strategis dan keamanan penting bagi Negara Israel dan stabilitas regional.” (fd/memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*