gmoBrussels, LiputanIslam.com — Uni Eropa akhirnya menyetujui undang-undang pelarangan perdagangan produk-produk modifikasi genetis (GMO), meski Uni Eropa telah menyatakan GMO sebagai produk aman.

Dengan persetujuan itu maka ke-28 negara anggota Uni Eropa diberi kebebasan untuk melarang perdagangan produk-produk GMO. Demikian sebagaimana dilansir kantor berita Reuters akhir pekan lalu.

Persetujuan tersebut sekaligus mematahkan upaya perusahaan-perusahaan multinasional pembuat GMO seperti Monsanto untuk membatalkan undang-undang itu.

Sebelumnya beberapa negara Eropa merasa khawatir bakal mendapatkan tuntutan hukum jika melakukan pelarangan terhadap produk-produk GMO. Dengan undang-undang baru ini, kekhawatiran itu pun lenyap.

Beberapa negara Eropa yang konsisten menentang GMO adalah Perancis, Jerman, Austria dan Poland.

“Kesepakatan ini, jika benar, akan sesuai dengan tuntutan beberapa negara anggota sejak tahun 2009 untuk menentukan keputusan terakhir tentang boleh tidaknya GMO dipanen di wilayahnya. Demi memenuhi kepentingan nasionalnya dan lebih dari itu adalah pandangan warga negaranya,” kata Komisioner Komisi Keamanan Makanan Uni Eropa Vytenis Andriukaitis kepada Reuters.

Menurut Andriukaitis keputusan itu sesuai dengan komitmen Presiden Uni Eropa Juncker dalam panduan-panduan politiknya, dalam hal memberikan bobot yang sama bagi pemerintahan demokratis negara-negara anggota Uni Eropa dengan kebijakan sains ketika harus menentukan sikap terkait dengan masalah makanan dan lingkungan.

Sebagian pakar dan kelompok kepentingan industri menyebut keputusan itu bertentangan dengan program sertifikasi bersama Uni Eropa sebagai salah satu kunci utama pembentukan pasar bersama Eropa, sekaligus membiarkan “kecurigaan dan ketakutan  tak berdasar sebagai bagian dari pengambilan keputusan”.

GMO telah menjadi isu yang sensitif selama berpuluh-puluh tahun dengan para aktifis lingkungan menyebutnya sebagai produk yang membahayakan lingkungan. Sebagian lainnya menyebut sebagai alat untuk menciptakan ketergantungan dan penjajahan terselubung oleh industri besar terhadap masyarakat.

Raksasa GMO global asal AS Monsanto Inc, tampak tidak terlalu terpengaruh oleh keputusan itu. Setidaknya hal itu tampak dari komentar Direktur Wilayah Eropa dan Timur Tengah Leticia Goncalves:

“Apa yang kami jual di Eopa hari ini 99.5 persennya adalah produk konvensional. Jadi, kami bukan perusahaan GMO. Sejujurnya kami telah dalam kondisi sehat saat ini dalam hal ekspektasi pertumbuhan,” kata Goncalves.

Monsanto, perushaaan kontroversial yang paling sering terkait dengan isu-isu lingkungan global ini tahun lalu mencatat pendapatan senilai $15 miliar.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL