wakil-gubernur-dki-jakarta-basuki-tjahaja-purnama--ahok-_663_382Jakarta, LiputanIslam.com — Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang kerap disapa Ahok, sedang “naik daun” di media sosial. Pernyataannya tentang puasa, dianggap berasal dari seorang pengikut Yesus Kristus sejati, dan dipuji oleh netizen di dunia maya.

“Ya Pak Ahok, Anda benar-benar pengikut Yesus Kristus sejati,” ujar Facebooker atas nama Jon Ali, di wall-nya.

Pujian itu muncul lantaran Kompas, pada 19 Juli 2014, mempublikasi berita terkait pernyataan Ahok tentang hakikat puasa. Menurutnya, berpuasa bukan hanya tidak makan dan minum.

“Puasa sejati itu gimana kita bisa membela orang dizalimi, gimana kita bisa mewujudkan keadilan sosial, gimana kita bisa membantu orang-orang telantar, yang terlupakan, tidak sekolah, tidak punya rumah. Nah, itu baru puasa yang sejati,” kata Ahok.

Ahok menyebutkan, jika para pemimpin tidak munafik dan taat pada konstitusi, itu artinya sudah mempraktikkan puasa sejati. Selain itu, Ahok juga menyetujui gagasan bahwa semangat Ramadhan seharusnya tidak hanya berlangsung satu bulan, tetapi selama satu tahun.

“Saya selalu setuju kalau ada yang mengatakan bulan Ramadhan itu sepanjang tahun supaya orang terus ingat. Ramadhan, satu bulan, tapi sepanjang tahun ingat. Gitu loh,” ucapnya.

Ahok mengatakan itu seusai berbuka puasa bersama dengan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok Xie Feng. Buka puasa ini sekaligus penerimaan bantuan dari Duta Besar Tiongkok kepada BKKKS.

Pada acara itu, BKKKS DKI Jakarta bekerja sama dengan Kedubes Tiongkok yang menyumbang sebesar Rp 215 juta. Selain uang tunai, diberikan pula ribuan bingkisan berisi bahan-bahan pokok.

Bantuan ini diserahkan secara simbolis kepada 2 anak yatim piatu, 2 lansia, 2 penyandang disabilitas, 2 penyapu jalan, dan 2 penjaga rel kereta api. Acara ini diakhiri dengan buka puasa bersama puluhan anak yatim piatu yang hadir dari berbagai yayasan.

Penghitungan suara di KPU

Kesaksian warga Jakarta

Bagi Nomor Hp, Peduli Masalah Warga

Andari Karina Anom, salah satu warga Jakarta, berprofesi sebagai  penulis buku,  mengisahkan kesaksian tentang model kepemimpinan Ahok yang dinilai cepat tanggap dalam melayani warga. Dalam statusnya yang berjudul “Ini Gubernurku, Mana Gubernurmu?”, ia menulis sebagai berikut:

Enam bulan setelah Jokowi jadi Gubernur DKI, pemerintah memasang lampu penerangan jalan di depan rumah kami dan sepanjang jalan raya yang membentang antara Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang, Jakarta Selatan.

Sekitar sebulan lalu, lampu-lampu tersebut  mati– katanya tersambar petir. Jalan raya gelap gulita tiap malam sehingga menganggu aktivitas warga dan rawan kejahatan.

Tiga hari lalu, saya mengirim SMS pengaduan ke nomor hotline Plt Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama di 085811291966 — yang memang dia umumkan secara terbuka kepada warga.

Semalam, tiga petugas Penerangan Jalan Umum (PJU) Pemda DKI datang ke rumah dan mengatakan sudah menerima SMS saya dan telah memeriksa kerusakan lampu-lampu jalan yang dimaksud.

Malam ini, jalan di depan rumah kami kembali terang benderang. Semua lampu penerangan jalan berfungsi kembali.

Terharu. Rasanya baru kali ini merasakan kehadiran pemerintah secara langsung. Biasanya, saya agak pesimis dengan nomor-nomor hotline yang basa basi belaka. Tapi tidak dengan Plt Gubernur DKI Jakarta. Hanya dalam 3 hari, pengaduan warga via SMS langsung ditangani.

Terima kasih, Pak Ahok.

(ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL