Jewish and Muslim leaders link arms in silent march to honour victims of shooting at Ozar Hatorah school in ToulouseLondon, LiputanIslam.com — Para pemimpin umat Islam dan Yahudi di Inggris mengeluarkan seruan bersama untuk perdamaian di Timur Tengah.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Rabu (28/8), melalui sebuah pernyataan bersama yang tidak pernah terjadi sebelumnya, Jewish Board of Deputies dan Muslim Council of Britain (MCB) mengeluarkan pernyataan bersama mengecam sikap Islamophobia dan anti-Semitisme.

Namun beberapa laporan menyebutkan kedua organisasi terbesar orang-orang yahudi dan Islam di Inggris itu berbeda pendapat tentang perlunya disertakan pernyataan mengenai korban sipil, yang dalam konflik di Palestina jauh lebih banyak diderita oleh warga Palestina daripada yahudi Israel.

Pernyataan hanya menyebutkan bahwa hilangnya nyawa warga sipil tidak bisa diterima oleh kedua agama.

“Kami berdoa bagi dipercepatnya penghentian konflik yang berlangsung dan akhir yang damai bagi semuanya,” demikian pernyataan bersama itu disampaikan.

Seruan perdamaian itu muncul setelah Israel dan Hamas setuju untuk mengadakan gencatan senjata setelah berlangsungnya serangan Israel selama 50 hari di Gaza yang menewaskan lebih dari 2.000 warga Palestina dan 70 warga Israel.

“Meski kondisi yang terjadi di Timur Tengah, kita harus tetap bekerja keras untuk menjaga hubungan komunitas yang baik di Inggris,” lanjut pernyataan itu.

“Kita tidak boleh mengimpor konflik. Sebaliknya kita harus mengekspor perdamaian.”

Berbagai laporan menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan aksi-aksi anti-semitisme di Inggris sejak terjadinya konflik di Gaza bulan Juli lalu.

Menyerukan kepada umat Islam dan Yahudi untuk “meningkatkan usaha untuk bekerjasama dan saling pengertian”, kedua organisasi itu “mengecam setiap bentuk ekspresi anti-semit dan Islamophobia atau rasisme.”

Mereka juga menegaskan bahwa di antara kedua komunitas agama itu ada lebih banyak persamaan dan persatuan daripada permusuhan.

“Komunitas kami mungkin berbeda pandangan tentang asal mula dan alasan-alasana terjadinya konflik dan solusi penanganannya, mereka tengah menuju ke arah kesamaan pandangan.”

Namun media yahudi Inggris Jewish Chronicle menyebut adanya perbedaan pandangan tentang frasa pernyataan “Menargetkan penduduk sipil sama sekali tidak bisa dibenarkan dan bertentangan dengan tradisi agama kita.”

Lebih jauh koran itu mempertanyakan implikasi apa di balik frasa “Menargetkan penduduk sipil”?

Jubir MCB menyebut frasa tersebut tidak ditujukan kepada salah satu pihak yang berkonflik di Gaza. “Itu merujuk pada kedua pihak, Israel dan Hamas.”

Sementara jubir Jewish Board of Deputies mengatakan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan frasa tersebut karena menganggap Israel tidak mentargetkan penduduk sipil.

MCB adalah lembaga yang mewakili lebih dari 500 masjid dan organisasi muslim di Inggris.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL