Monumen_nasional_jakartaJakarta, LiputanIslam.com — Dihari ulang tahunnya yang ke-53, Jokowi panen ucapan selamat, sekaligus panen cemoohan. Pendukungnya beramai-ramai mengucapkan selamat dan mendoakan agar Jokowi terpilih jadi presiden. Tapi penemuan BPK  pada laporan keuangan DKI tahun 2013 yang merugikan keuangan daerah senilai Rp1,54 triliun, adalah kado buruk untuk Jokowi. Apa kata masyarakat?

‏@Yossialdy menulis, “Bagaimana mau urus negara? Urus DKI tidak becus. Banyak hutang nanti  negara,” tulisnya di Twitter.

@PKSbicara menulis, “Jakarta Baru, baru kali ini rugi besar maksudnya.”

Lalu, bagaimana tanggapan Ahok?

Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, yang biasa dipanggil Ahok, mengatakan hasil pemeriksaan BPK tersebut akan menjadi catatan bagi Pemprov DKI untuk melakukan program lebih baik lagi.

“Inilah kado terindah buat orang Jakarta bahwa PNS DKI termasuk kami masih tidak baik. Ini yang musti kami lakukan lebih baik lagi,” ujarnya, Jumat 20 Juni 2014 seperti dilansir Metrotvnews.

Ia  meminta kepada BPK untuk memeriksa dan mengeluarkan laporan hasil pemeriksaan secara keseluruhan. Dia menduga hasil pemeriksaan BPK tersebut masih sebagian kecil dari permainan anggaran yang kerap sekali dilakukan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan unit kerja perangkat daerah (UKPD).

“Kenapa kami minta BPK audit benar dan sampaikan dengan keras? Saya bilang ke BPK tadi, auditnya lebih kenceng lagi. Keluarin semua. Adanya temuan BPK ini menunjukkan memang di dalam PNS DKI yang nekat,” ucapnya. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL