Takfiri sheikh Omar Atrash confesses to Beirut bombingBeirut, LiputanIslam.com — Setelah melalui penyidikan yang intensif atas kasus pemboman berdarah yang terjadi di Beirut bulan lalu, Jaksa Militer Lebanon akhirnya menyeret seorang ulama Sunni Lebanon sebagai terdakwa.

Menurut berbagai laporan media Lebanon, Jaksa Saqr Saqr mendakwa Omar Ibrahim al-Atrash, seorang ulama Sunni, bersama 5 orang lainnya sebagai pelaku pemboman tgl 21 Januari di Haret Hreik, sebuah kawasan di Beirut Selatan yang mayoritas penghuninya adalah pendukung setia kelompok Hizbollah.

Atrash, yang ditangkap sehari setelah pemboman, mengakui memiliki hubungan dengan 3 tersangka pemboman lainnya yang buron. Ia juga memiliki hubungan dengan kelompok Abdullah Azzam Brigades dan Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), serta al-Nusra Front. Kedua kelompok terakhir adalah organisasi binaan Al Qaida yang aktif berperang melawan pemerintah Suriah dan Irak. Demikian keterangan penyidik militer beberapa waktu lalu.

Ibukota Lebanon Beirut, terutama di kawasan sebelah selatan yang mayoritas dihuni oleh orang-orang Syiah, telah menjadi sasaran serangan-serangan bom yang menelan korban hingga puluhan orang. Serangan intensif terjadi setelah kelompok Hizbollah menyatakan diri terlibat dalam perang di Suriah dengan berpihak kepada pemerintah.

Di antara serangan-serangan tersebut adalah serangan bom bunuh diri terhadap kantor Kedubes Iran pada bulan November 2013. Serangan ini menewaskan 25 orang termasuk seorang diplomat Iran. Kelompok Brigade Abdullah Azzam mengaku bertanggungjawab dalam serangan itu. Pemimpinnya, Majid al Majid, seorang warga negara Saudi Arabia yang diduga kuat memiliki jabatan di dinas inteligen Saudi, tertangkap oleh inteligen militer Lebanon, namun meninggal secara misterius di dalam tahanan sebelum  penyidikan terhadap dirinya dimulai.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL