Ayatollah-Seyyed-Ahmad-KhatamiTeheran, liputanislam — Ayatullah Ahmad Khatami, seorang ulama terkenal Iran menuduh pemerintah Bahrain telah memusuhi Islam dengan tindakannya yang telah membubarkan lembaga keagamaan Islam.

Dalam salat Jumat Teheran kemarin (31/1), Ayatullah Ahmad Khatami mengecam pembubaran Majlis Ulama Bahrain. Beliau berkata, ”Dalam Anggaran Dasar Majlis Ulama Bahrain disebutkan, mereka membela identitas keislaman. Oleh karena itu, dengan membubarkan Majlis Ulama, tampaknya rezim Bahrain memiliki masalah dengan Allah dan Islam. Penguasa Bahrain harus tahu, 35 tahun lalu, ada penguasa di Iran yang bersikap serupa seperti mereka dan akhirnya digulingkan. Semestinya, ini jadi pelajaran bagi semua penguasa zalim.”

Imam salat Jumat Teheran tersebut juga menyinggung ucapan Obama dalam pidato tahunannya, bahwa kesepakatan Jenewa telah mencegah Iran membuat bom nuklir.

“Mereka gemar mengulang-ulang dusta ini. Padahal, pemimpin kita (Rahbar) menegaskan bahwa Iran tak berniat membuat bom nuklir. Bahkan, beliau mengharamkannya. Namun mereka selalu menyebut Iran sebagai bahaya bagi dunia. Amerika dan Israel-lah bahaya sesungguhnya bagi umat manusia, sebab Ibnu Sina pernah berkata, ’Aku takut pada sapi, sebab dia bertanduk, tapi tak berakal,’” jelasnya.

Ayatullah Khatami juga menyinggung ancaman militer Amerika terhadap Iran, yang disuarakan sejumlah pejabat AS beberapa pekan lalu. Beliau berkata, ”Obama selalu mengulang-ulang omongan usang ini: ”semua alternatif ada di atas meja.” Tapi sebaiknya dia tahu, Iran juga punya alternatif di atas meja, yaitu kemampuan militer yang teruji selama Perang Suci 8 tahun (perang Iran-Irak). Jika mereka menyerang, kami akan menghancurkan mereka.”

Terkait konferensi Genewa II dan tidak diundangnya Iran ke pertemuan tersebut, beliau berkata, ”Konferensi Genewa II adalah sandiwara politik yang berlangsung selama 9 hari dan berakhir dengan kegagalan. Kelompok takfiri bukan hanya bahaya bagi rakyat Suriah, tapi bagi semua umat manusia. Usai konferensi Genewa II, dikabarkan bahwa mereka mengirim kembali senjata dan logistik Amerika kepada pemberontak Suriah. Ini harus dicamkan oleh para pengklaim perdamaian di dunia.”

Menurut beliau, krisis Suriah bukan masalah rumit. Kepada pihak-pihak asing yang turut campur di Suriah, beliau berkata, ”Suriah tak butuh konferensi atau pertemuan. Jika kalian tak memasok senjata kepada pemberontak, rakyat Suriah yang akan melangsungkan pemilu dan menentukan nasib mereka sendiri.” (bt/ABNA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL