_74755342_boko_afpMaiduguri, LiputanIslam.com — Sebanyak 45 orang tewas dibunuh oleh orang-orang bersenjata kelompok Boko Haram, yang seorang di antaranya berpura-pura menjadi pengkhotbah di satu desa dekat rumah spiritual kelompok itu, di Nigeria timur laut, Kamis (5/6).

Khotbah keliling biasa di Nigeria utara yang berpenduduk mayoritas Muslim, dan ulama palsu dilaporkan mengatakan kepada penduduk desa bahwa mereka telah datang untuk menunjukkan penduduk “ke jalan yang benar “.

“Saya menghitung 45 mayat setelah penyerang meninggalkan desa. Mereka datang ke desa kami … dan berbohong kepada kami bahwa mereka telah datang untuk berkhotbah kepada kami, dan ketika hampir semua penduduk desa telah berkumpul, satu sekelompok pemberontak muncul entah dari mana dan menembaki jamaah sebelum kita semua berlari untuk menyelamatkan diri,” kata Mallam Bunu, penduduk yang selamat dari serangan itu.

Korban lain, Kallamu Bukar, mengatakan: “Ketika kami berkumpul, satu kelompok pemberontak muncul entah dari mana dan bergabung dengan mereka yang menyamar sebagai pengkhotbah.”

“Mereka kemudian menembaki jamaah. Para penyerang juga membakar beberapa rumah, toko-toko dan barang pribadi lainnya.”

Serangan itu terjadi setelah Boko Haram bersenjata mengamuk di empat desa di Kabupaten Gwoza di negara bagian Borno, Selasa. Seorang anggota parlemen lokal menggambarkan serangan, yang dilakukan tersebut sebagai “besar-besaran”, sementara tokoh masyarakat setempat mengatakan ratusan orang mungkin telah tewas.

Sejumlah pria bersenjata juga membakar sebuah gereja Katolik Roma dan kantor pemerintah daerah di Madagali, di negara bagian tetangga Adamawa, Kamis pagi (6/6).

Serangan sekarang terjadi hampir setiap hari di wilayah perbatasan terpencil, semakin meningkat terhadap warga sipil, sering karena persepsi bahwa kelompok lokal membantu militer.(ca/ant)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL