Pro-Russian-tanks_3099247bKiev, LiputanIslam.com — Ukraina menuduh puluhan tank dan kendaraan militer Rusia yang membawa amunisi dan pasukan telah menerobos masuk wilayah Ukraina.

“Penggelaran perlengkapan militer dan pasukan terus berlangsung ke garis depan,” kata jubir militer Ukraina Andriy Lysenko, sebagaimana dikutip BBC News, Jumat (7/11).

Sebuah perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani tanggal 5 September lalu, masih mengikat pihak-pihak yang bertikai dalam konflik di Ukraina timur, meski berulangkali dilanggar oleh kedua belah pihak. Ratusan orang telah tewas sejak gencatan senjata ditandatangani, sementara lebih dari 4.000 orang tewas sejak konflik bersenjata berlangsung bulan April lalu setelah Ukraina menggelar operasi militer untuk memadamkan gerakan separatisme di wilayah Donetsk dan Luhansk.

Sementara itu tembak-menembak artileri terus berlangsung di Donetsk, Jumat (7/11), dimana milisi-milisi separatis berusaha merebut bandara internasional yang masih dikuasai pasukan pemerintah.

Kekhawatiran pertempuan besar-besaran akan kembali terjadi di seluruh wilayah Donetsk dan Luhansk kembali merebak setelah penguasa separatis kedua wilayah itu menggelar pemilihan umum pada hari Minggu (2/11), meski mendapat tantangan keras Ukraina dan negara-negara barat.

Militer Ukraina menyebut konvoi militer Rusia tersebut di atas bergerak menuju kota Krasny Luch, Kamis (6/11).

Seperti tuduhan-tuduhan sebelumnya, Rusia membantah tuduhan tersebut sebagai “tidak berdasar” dan “tanpa bukti faktual”.

Sementara itu NATO mengatakan akan mempelajari laporan tersebut dan jika benar, NATO menyebut hal itu sebagai bukti agresifitas Rusia dan keterlibatan langsung dalam urusan internal Ukraina.

Di sisi lain, Rusia menyatakan dukungannya terhadap pemilihan umum yang digelar separatis di wilayah Donetsk dan LUhansk. Penasihat keamanan Rusia Yuri Ushakov menyebut pemilihan tersebut sebagai bentuk “keinginan rakyat”, meski Rusia lebih memilih kalimat “menghormati pemilihan” daripada “mengakui pemilihan”.

Dalam pemilihan tersebut, terpilih Alexander Zakharchenko (38 tahun) sebagai Presiden Republik Rakyat Donetsk. Sementara Igor Plotnitsky (50 tahun) terpilih sebagai Presiden Republik Rakyat Luhansk.

Menyusul pemilihan umum tersebut, Presiden Ukraina Petro Poroshenko memerintahkan penggelaran tambahan pasukan di Ukraina timur.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL