Chechen_rebels Donetsk, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Ukriana Arseniy Yatsenyuk, hari Rabu (28/5) menuduh Rusia telah membiarkan “teroris” menyusup masuk ke Ukraina melalui perbatasan kedua negara.

“Sejumlah truk penuh dengan senjata amunisi dan gerilyawan yang dilatih Rusia telah menyusup dari perbatasan Rusia ke wilayah Ukraina,” kata Yatsenyuk.

“Kami meminta Rusia dan Putin untuk menutup perbatasan. Jika Rusia keluar dari permainan ini, kami akan menyelesaikan krisis dalam waktu seminggu,” tambahnya.

Namun tuduhan itu dibantah Menlu Rusia Sergei Lavrov yang balik menuduh Ukraina telah mendorong Ukraina menjadi ajang peperangan.

Minggu ini dunia menyaksikan krisis Ukraina yang semakin memanas setelah terjadinya pertempuran hebat memperebutkan Bandara Donetsk yang menewaskan puluhan orang. Milisi separatis mengakui kehilangan lebih dari 50 anggotanya dalam pertempuran itu.

Mendagri Ukraina mengklaim kini telah menguasai sepenuhnya bandara internasional Donetsk yang menjadi ajang pertempuran hebat dengan militer Ukraina mengerahkan helikopter dan pesawat tempur.

Pada hari Rabu tembak-menembak merembet ke kota Donetsk dan milisi separatis menyerang sebuah pangkalan militer Ukraina di kota Luhansk, ibukota Provinsi Luhansk yang bersama Provinsi Donetsk telah menyatakan memisahkan diri dari Ukraina.

Berbicara dalam kunjungannya di Jerman kemarin, Yatsenyuk mengatakan bahwa situasi di Ukraina timur memburuk dan menuduh keterlibatan Rusia telah menimbulkan kesulitan besar.

Sementara itu Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE) mengatakan telah berhasil mengadakan kontak dengan tim monitornya yang hilang di Ukraina timur hari Selasa (27/5). Namun para pejabat OSCE mengatakan nasib mereka masih belum jelas dan kini berada dalam tahanan.

Gerilyawan Chechnya
Sementara itu kantor berita AS Fox News, hari Rabu (28/5) melaporkan keberadaan gerilyawan Chenchya di antara milisi separatis Ukraina timur.

Mengutip pernyataan pemimpin separatis Vyachoslav Ponomariov, gerilyawan Chencnya itu aktif di kota Slovyansk dan Provinsi Donetsk.

Pemimpin Chechnya yang merupakan sekutu Rusia, Ramzan Kadyrov membantah laporan tersebut, tapi ia tidak mengingkari kemungkinan warga Chechnya yang berbondong-bondong ke Ukraina timur membantu para separatis.

Ia menyebutkan bahwa sekitar 2/3 dari 3 juta warga etnis Chenhnya tinggal di luar Provinsi Chechnya, jadi ia sama sekali tidak mengetahui keberadaan mereka semua.(ca/bbc/fox news)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL