Russian troops take cover behind an armoured vehicle as they take over a Ukrainian airbase in BelbekKiev, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk menuduh Rusia menginginkan dimulainya Perang Dunia III. Dia mengimbau masyarakat internasional membantu Ukraina guna menghadapi serbuan Rusia.

“Agresi militer Rusia ke wilayah Ukraina akan memancing konflik di Eropa,” katanya dalam sebuah rapat kabinet seperti ditayangkan televisi, Jumat (25/4).

“Dunia tidak boleh melupakan Perang Dunia II, dan Rusia ingin mulai Perang Dunia III,” tambahnya.

Menurut Yatsenyuk, dukungan Rusia terhadap kelompok separatis Ukraina timur yang disebutnya sebagai “teroris”, adalah sebuah kejahatan internasional. Pihaknya menyerukan komunitas internasional bersatu melawan agresi Rusia.

Setelah Yatsenyuk menyampaikan pernyataannya melalui televisi, beberapa pejabat pemerintah di Kiev mengatakan bahwa sebuah helikopter militer Ukraina meledak di dekat pangkalan sebelah timur Kota Kramatorsk. Helikopter itu meledak setelah dihantam sebuah roket berpeluncur granat.

Dalam keterangannya sebagaimana dilansir Al Arabiya, Jumat (25/4), helikopter yang rontok itu jenis Mi-8. Kendaraan tempur ini jatuh di landasan pangkalan, sedangkan pilotnya berhasil menyelamatkan diri tetapi mengalami luka-luka. Kawasan di sekitar Kramatorsk merupakan salah satu dari beberapa wilayah di bawah kontrol sejumlah pria bersenjata pro-Kremlin.

Amerika Serikat Kutuk Gempuran Rusia ke Ukraina  

Sementara itu Amerika Serikat mengutuk serangan Rusia ke Ukraina. Menurut Menteri Luar Negeri AS John Kerry, serangan tersebut merupakan penipuan dan menambah keruh krisis Ukraina. Kerry memperingatkan agar Rusia menghentikan serangan itu.

Dalam sebuah briefing dadakan kepada jurnalis pada Kamis (23/4), Kerry mengatakan, sementara Ukraina sedang bekerja keras memperbaiki keadaan dan menurunkan ketegangan, Rusia justru melakukan upaya penghancuran, penipuan, dan destabilisasi.

“Mari kita lihat realitas, Perjanjian Jenewa tidak bisa diinterpretasikan. Tidak kabur dan tak ada opsi,” ucap Kerry mengacu kepada pakta yang diteken seminggu lalu antara Rusia, AS, Uni Eropa, dan Ukraina guna memecahkan krisis menuju reformasi konstitusional.

Sebelumnya jet-jet tempur Rusia menggempur wilayah dekat perbatasan Ukraina, Kamis (23/4). Menurut Kremlin, gempuran itu untuk melindungi warga berbahasa Rusia yang merasa keamanannya terancam.

Kerry menerangkan, jika Rusia terus melanjutkan gempurannya, modal sebesar $ 70 miliar (sekitar Rp 809 triliun) bakal terbang dari negeri itu pada kuartal pertama 2014.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL