bantuan rusiaKiev, LiputanIslam.com — Ratusan truk bantuan kemanusiaan Rusia gagal masuk ke Ukraina setelah ditolak masuk oleh pemerintah Ukraina.

Sebagaimana dilaporkan oleh BBC, Rabu (13/8), sebanyak hampir 300 truk Rusia pembawa bantuan terhenti di dekat kota Voronezh, 300 km dari perbatasan. Konvoi itu sebelumnya meninggalkan Moskow pada hari Selasa (12/8).

Sebelumnya pemerintah Ukraina dan negara-negara barat menyatakan kecurigaan mereka bahwa misi kemanusiaan Rusia tersebut digunakan sebagai batu loncatan untuk melancarkan serangan militer ke Ukraina.

“Provokasi oleh agresor jahat tidak bisa diperbolehkan di wilayah kami,” kata Mendagri Ukraina Arsen Avakov pada akun pribadi Facebook miliknya.

Sebelumnya Perdana Menteri Ukraina Arseny Yatsenyuk menuduh langkah Rusia tersebut sebagai “tindakan sinis yang tidak terbatas”.

“Pertama mereka mengirim tank-tank, roket Grad, teroris dan bandit….. , dan kemudian mereka mengirimkan air dan garam,” kata Yatsenyuk.

Sampai saat ini lebih dari 2.000 orang tewas sejak operasi militer dilancarkan Ukraina pertengahan April lalu di wilayah Ukraina timur. Demikian laporan resmi PBB yang dirilis hari Rabu (13/8). Selain itu sebanyak 300.000 orang meninggalkan tempat tinggalnya, sebagian dari mereka mengungsi ke Rusia.

Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin diharapkan akan datang ke Krimea, Rabu (13/8), untuk bertemu dengan pejabat-pejabat Dewan Keamanan PBB.

Konvoi Rusia dikabarkan membawa sekitar 2 ribu ton bantuan. Meninggalkan Albino, Moskow, hari Selasa untuk menuju wilayah Luhansk, Ukraina timur.

Konvoi tersebut berhenti di Voronezh, Selasa malam, dan rencana memasuki Ukraina dirancang melalui pos perbatasan Shebekino-Pletenivka, menuju Provinsi Kharkiv, Ukraina. Desas-desus menyebutkan konvoi tersebut bergerak kembali pada hari Rabu pagi (13/8).

Ukraina menuntut agar konvoi tersebut melalui perbatasan yang dikuasai Ukraina dan diikuti oleh staff palang merah internasional. Menlu Rusia Sergey Lavrov, hari Selasa (12/8), menyetujui syarat tersebut.

Namun Palang Merah Internasional belum meyetujui pengiriman ini dengan alasan tidak mendapatkan informasi yang cukup tentang isi bantuan kemanusiaan serta jaminan keamanan oleh pihak-pihak yang terlibat pertikaian.

BBC melaporkan, Rabu (13/8) bahwa sebanyak 12 anggota kelompok milisi Right Sector yang bertempur bersama pasukan Ukraina, tewas oleh sergapan pasukan separatis di dekat kota Donetsk. Beberapa anggota Right Sector juga ditangkap dalam serangan itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL