ukraine troops3Kiev, LiputanIslam.com — Ukraina tengah melakukan penarikan persenjataan beratnya dari garis depan medan pertempuran. Namun pertempuran masih tetap berlangsung di kota Donetsk dan Mariupol meski perjanjian perdamaian dengan pemberontak telah disepakati hari Sabtu (20/9). Demikian laporan BBC News, Senin (22/9) petang.

Dalam perjanjian perdamaian itu disepakati pembentukan daerah penyangga (buffer zone) sejauh 30 km dari garis depan konflik serta penarikan persenjataan berat sejauh 15 km dari garis depan.

Sementara parlemen Ukraina juga telah menyetujui undang-undang status khusus bagi wilayah Donetsk dan Luhansk, hal yang oleh sebagian masyarakat Ukraina dianggap sebagai “kekalahan”.

Jubir Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional Ukraina, Andriy Lysenko, mengatakan pemberontak juga telah menarik persenjataan beratnya meskipun “tidak seperti yang diharapkan”.

Artileri dan tank-tank berkaliber lebih dari 100 mm ditarik dari medan pertempuran, namun senjata dengan kaliber lebih kecil tetap pada tempatnya, demikian kata Lysenko.

Dalam perjanjian perdamaian juga disyaratkan larangan penerbangan oleh pesawat-pesawat tempur di atas wilayah konflik serta penarikan “tentara bayaran asing” dari kedua pihak.

Meski kedua pihak membantah adanya pasukan asing di pihaknya, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa keduanya melibatkan kekuatan asing meskipun tidak secara resmi.

Sementara itu beberapa pos penjagaan Ukraina di bandara Donetsk dan di Mariupol, mengalami serangan mortir. Media-media Ukraina melaporkan Senin (22/9). Dua personil militer tewas akibat serangan itu, kata Lysenko.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL