perjanjian ukrainaBrussels, LiputanIslam.com — Ukraina bersama 2 negara bekas Uni Sovyet lainnya, Georgia dan Moldova, menandatangani perjanjian kerjasama dengan Uni Eropa, Jumat (27/6). Hal ini pun membuat Rusia meradang. Demikian laporan BBC.

Pakta yang mengikat ketiga negara itu menjadi lebih dekat ke barat secara ekonomi dan politik, menjadi isu yang menimbulkan krisis di Ukraina.

Sebagaimana diketahui, Presiden Ukraina Victor Yanukovych ditumbangkan melalui aksi-aksi demonstrasi bulan Februari lalu, karena membatalkan perjanjian serupa. Dan sejak itu krisis Ukraina membuat wilayah Krimea memisahkan diri dan bergabung dengan Rusia, sementara kelompok-kelompok militan separatis di 2 provinsi lainnya, Donetsk dan Lugansk, mengangkat senjata melawan pemerintahan pusat di Kiev.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyambut gembira penandatangan kerjasama tersebut. Ia menyebutnya sebagai “simbol keyakinan dan keinginan yang tidak bisa dipatahkan” serta “hari paling bersejarah sejak kemerdekaan tahun 1991”.

Poroshenko juga mengatakan bahwa kerjasama itu merupakan awal dari bergabungnya Ukraina dengan Uni Eropa.

“Ukraina menekankan kedaulatannya dalam memilih untuk menjadi anggota Uni Eropa,” katanya.

Sementara Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy menyebut perjanjian itu sebagai “hari besar bagi Eropa”.

“Uni Eropa di samping Anda sekarang, hari ini, lebih dari sebelumnya,” kata Rompuy.

Rusia Geram

Di sisi lain, perjanjian tersebut disambut sinis oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin menyebut hal itu akan membuat Ukraina terpecah menjadi dua.

Putin menyebut perjanjian tersebut sebagai “kudeta anti-konstitusional” yang mendorong rakyat Ukraina untuk terpecah menjadi 2, pro-Uni Eropa dan pro-Rusia.

“Krisis akut yang terjadi di tetangga ini telah menyusahkan kita. Kudeta anti-konstitusional di Kiev dan upaya-upaya untuk memaksa rakyat Ukraina memilih antara Uni Eropa dan Rusia, telah mendorong masyarakat negeri itu terpecah,” kata Putin.

Rusia patut marah, karena dengan perjanjian itu produk-produk dari Eropa barat bakal membanjiri ketiga negara yang selama ini menjadi pasar potensial produk-produk Rusia.(CA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL